Senin, 09 MARET 2026 • 11:35 WIB

Lapangan Padel Dikeluhkan Bising, Peredam Suara Ala Studio Musik Jadi Solusi

Author

Tim Alpha Sound (Indozone/Salsabila Az Zahra)

INDOZONE.ID – Pasca Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewajibkan pengusaha padel memenuhi ketentuan perizinan dari Pemprov DKI Jakarta, para pengelola lapangan padel kini mulai mencari solusi untuk mematuhi aturan tersebut.

Beberapa waktu lalu, keluhan warga terkait kebisingan dari aktivitas lapangan padel sempat viral di media sosial. Suara benturan bola dan aktivitas permainan dinilai mengganggu warga, terutama bagi lapangan yang berada di area permukiman.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau agar pengelola lapangan padel memperhatikan aspek kebisingan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Konsultan kebisingan, Pandit, mengatakan pihaknya hadir memberikan solusi untuk meredam suara dari lapangan padel dengan teknologi yang biasa digunakan pada studio musik maupun panggung konser.

“Kebetulan kami hadir untuk memberikan solusi terhadap imbauan Gubernur DKI bahwa area lapangan olahraga yang sedang digandrungi ini, yaitu padel, perlu diberi peredam agar tetap memberikan kenyamanan bagi warga sekitar apabila ada kendala ataupun komplain,” ujar Pandit.

Baca juga: Tren Padel Picu Keluhan Kebisingan, Solusinya Ada di Teknologi Peredam

Sebagai pengelola sekaligus tim teknis audio, Pandit menjelaskan bahwa sistem peredam suara yang diterapkan serupa dengan teknologi yang digunakan pada studio musik yang kerap berada di tengah permukiman.

“Solusi ini bisa kami berikan karena tim kami sudah sering membuat sistem peredam untuk studio musik. Kita tahu studio musik saat rekaman kadang suaranya bisa seperti konser, dan banyak juga yang lokasinya berada di area perumahan,” jelasnya.

Selain itu, Pandit juga melibatkan teknisi audio dalam proses pembangunan lapangan padel agar suara yang dihasilkan tidak terlalu keras dan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

Teknisi audio, Ramses, menjelaskan bahwa suara merambat melalui medium udara sehingga pada lapangan yang terbuka, suara dapat menyebar lebih cepat.

“Penerapan material seperti glasswool dan rockwool sebenarnya tidak hanya digunakan di studio musik, tetapi juga di hotel dan gedung-gedung yang membutuhkan sistem peredam suara,” kata Ramses.

Baca juga: Pemprov DKI Catat Ada 185 Lapangan Padel Tak Berizin

Ia menambahkan bahwa tidak seluruh area lapangan padel perlu dipasangi peredam. Hanya bagian-bagian tertentu yang menjadi fokus pemasangan material tersebut.

“Area belakang biasanya menjadi prioritas dengan ketebalan material yang lebih besar. Karena lapangan padel memiliki dinding kaca, suara akan memantul dan cenderung bergerak ke atas. 

Karena itu, treatment lebih banyak dipasang di bagian atap dan area pinggir atas lapangan,” jelasnya.

Di sisi lain, setelah keluarnya imbauan dari Pemprov DKI terkait pembangunan lapangan padel, para pengelola kini berupaya mencari solusi terbaik agar olahraga yang tengah populer ini tetap dapat berjalan tanpa melanggar aturan.

“Karena imbauan dari gubernur ini masih baru, banyak pengelola lapangan yang masih bingung harus bagaimana. Kami mencoba memberikan solusi, karena pada dasarnya konsep peredam suara di lapangan, studio, maupun hotel memiliki teori yang sama,” pungkas Pandit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU