Rabu, 25 MARET 2026 • 11:58 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, Stadion NFL Dipaksa Lepas Logo Sponsor, Satu Dapat Pengecualian Unik

Author

Stadion MetLife menjadi salah satu "korban" Piala Dunia 2026 (google maps) 

INDOZONE.ID - Menjelang Piala Dunia 2026, 11 stadion NFL yang akan menjadi venue harus melakukan hal yang tak biasa: Menghapus semua branding komersial. 

Logo di papan skor, kursi, seragam petugas, hingga tulisan di atap yang hanya terlihat dari pesawat harus ditutup. 

Ini adalah tuntutan FIFA untuk melindungi sponsor resmi mereka.

Tapi satu stadion mendapat pengecualian langka: Mercedes-Benz Stadium di Atlanta.

Baca juga: Kacau! Staf Medis Madrid Salah Scan Kaki, Mbappe Main 3 Laga dengan Cedera Lutut

Logo Raksasa yang Tak Bisa Ditutup

Masalahnya ada di atap. Mercedes-Benz Stadium memiliki atap yang ikonik: delapan panel raksasa berbentuk kelopak yang bisa dibuka-tutup. 

Di panel-panel itulah, logo Mercedes-Benz terpampang jelas. Setiap panel beratnya 500 ton dan panjang 220 kaki. Menutupinya bukan perkara mudah.

Adam Fullerton, wakil presiden operasi stadion, mengakui ini adalah tantangan terbesar. 

"Yang membuat saya terjaga di malam hari adalah atapnya," ujarnya tahun lalu. 

Ada logo tidak hanya di atap tapi juga di seluruh fasad bangunan. "Mereka tidak kecil. Mereka besar. Sudah dirancang seperti itu."

Baca juga: Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Jadi Ajang Indonesia Tunjukkan Kualitas Tuan Rumah Dunia

Setelah 18 bulan berdiskusi dengan FIFA, akhirnya tercapai kesepakatan: logo Mercedes-Benz tidak perlu ditutup.

Apa alasannya? Risiko kerusakan. Menutup logo di panel atap yang terbuat dari ETFE (plastik fleksibel yang diisi udara) berisiko merusak struktur. Biaya perbaikannya bisa mencapai jutaan dolar.

Stadion Lain Tak Seberuntung Atlanta

Sementara itu, stadion lain harus mencari cara. Di Seattle, tulisan "LUMEN FIELD" sepanjang lapangan sepak bola harus ditutup. 

Baca juga: Tepis Rumor Real Madrid dan Timnas Jerman, Klopp Masih Nyaman Nganggur?

Di Houston, logo "nrg stadium" di "kelopak mata" atap stadion juga harus disembunyikan. 

Di Dallas, dua logo besar AT&T dan tulisan "AT&T STADIUM" di kedua sisi atap harus dihilangkan dari pandangan.

General Manager Lumen Field, Zach Hensley, menyebut atap adalah bagian paling sulit dari proses penghapusan merek. 

Tapi harus dilakukan secara profesional, bukan sekadar ditutup terpal.

Baca juga: Ada Elkan Baggott, Skuad Garuda Mulai Ngumpul di Jakarta Jelang FIFA Series 2026

Mengubah Nama, Mengubah Identitas

Selama Piala Dunia, stadion-stadion ini juga akan berganti nama. Mercedes-Benz Stadium menjadi "Atlanta Stadium". 

MetLife Stadium menjadi "New York New Jersey Stadium". Levi's Stadium menjadi "San Francisco Bay Area Stadium". 

Semua untuk mematuhi aturan ketat FIFA tentang "clean site" atau lokasi bersih dari merek komersial.

Kontrak yang ditandatangani stadion dengan FIFA setebal hampir 100 halaman. 

Salah satu klausul menyatakan: "tidak boleh ada iklan, pemasaran, promosi, perizinan, papan nama, atau identifikasi komersial lainnya ... di udara di atas dan di sekitar Stadion."

Baca juga: Daftar Top Skor LaLiga 2025/26: Kylian Mbappe Unggul Jauh dari Lamine Yamal

Solusi Digital: Penghapusan Virtual

Sebenarnya ada solusi digital yang dibahas. Teknologi CGI bisa digunakan untuk menghapus logo secara virtual untuk pemirsa di seluruh dunia. 

Tapi FIFA menilai teknologinya belum cukup canggih untuk menjamin cakupan penuh pada gambar udara stadion.

Pengecualian yang diberikan FIFA kepada Mercedes-Benz Stadium menunjukkan bahwa meski aturan FIFA sangat ketat, terkadang realitas teknis dan risiko kerusakan bisa mengalahkan segalanya. 

Bagi Atlanta, logo Mercedes-Benz akan tetap bersinar selama Piala Dunia 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Athletic

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU