Kamis, 02 APRIL 2026 • 11:31 WIB

Mengenal Sistem Poin MotoGP: Cara Penentuan Gelar Juara Dunia yang Jarang Diketahui

Author

Para pembalap berpacu di lintasan MotoGP Amerika 2026. (Jerome Miron-Imagn Images)

INDOZONE.ID - MotoGP adalah balapan motor paling bergengsi di dunia. Sebagai balapan motor dengan level tertinggi, persaingan MotoGP berjalan sengit.

Penentuan gelar juara dunia MotoGP tidak ditentukan dari siapa yang paling sering menang. Namun juga ditentukan oleh strategi mengumpulkan poin secara konsisten sepanjang musim.

Artikel ini akan membahas bagaimana sistem poin MotoGP dalam perebutan gelar juara dunia. Simak yuk!

Baca juga: Marco Bezzecchi Juara MotoGP Amerika Serikat 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun

Sistem Poin MotoGP

MotoGP memiliki sistem poin yang unik dan berbeda dibandingkan dengan balapan lain seperti F1. Dalam setiap balapan, pembalap yang finis di posisi pertama akan mendapat poin tertinggi, yaitu 25 poin.

Pembalap yang berhasil finis di posisi kedua memperoleh 20 poin, sementara posisi ketiga mendapatkan 16 poin.

Dalam satu balapan, sebuah tim bisa mengumpulkan maksimal 45 poin. Mulai dari posisi kelima hingga posisi ke-15, selisih poin antar pembalap hanya satu poin, dengan posisi ke-15 menjadi batas terakhir peraih poin.

Sejarah Sistem Poin MotoGP

Sebelum seperti sekarang ini, sistem poin MotoGP telah beberapa kali mengalami perubahan. Sebelum tahun 1993, aturan poin MotoGP terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu, seiring dengan perkembangan kompetisi dan kebutuhan untuk menciptakan persaingan yang lebih adil.

Namun sejak 1993, sistem poin MotoGP menjadi jauh lebih stabil dan konsisten. Format itu terus dipakai sampai saat ini dan menjadi  salah satu yang paling lama bertahan dalam sejarah MotoGP.

Menariknya, jika sejak awal digunakan sistem penghitungan poin seperti sekarang, di mana seluruh hasil balapan dalam satu musim dihitung tanpa pengecualian, maka sejarah juara dunia MotoGP bisa saja sangat berbeda. Diperkirakan, setidaknya 46 gelar juara dunia akan berpindah tangan sepanjang sejarah kejuaraan.

Cara Pembagian Poin di MotoGP

Dalam satu seri Grand Prix, pembalap bisa mengumpulkan maksimal 37 poin. Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • Sprint Race (Sabtu): pemenang mendapatkan 12 poin.
  • Balapan utama (Minggu): pemenang mendapatkan 25 poin.

Pada balapan utama hari Minggu, 15 pembalap terdepan berhak mendapatkan poin. Sementara itu, pada Sprint Race, hanya 9 pembalap teratas yang memperoleh poin.

Berikut ini rinciannya:

Balapan Utama:

  • Posisi 1: 25 poin
  • Posisi 2: 20 poin
  • Posisi 3: 16 poin
  • Posisi 4: 13 poin
  • Posisi 5: 11 poin
  • Posisi 6: 10 poin
  • Posisi 7: 9 poin
  • Posisi 8: 8 poin
  • Posisi 9: 7 poin
  • Posisi 10: 6 poin
  • Posisi 11: 5 poin
  • Posisi 12: 4 poin
  • Posisi 13: 3 poin
  • Posisi 14: 2 poin
  • Posisi 15: 1 poin

Sprint Race:

  • Posisi 1: 12 poin
  • Posisi 2: 9 poin
  • Posisi 3: 7 poin
  • Posisi 4: 6 poin
  • Posisi 5: 5 poin
  • Posisi 6: 4 poin
  • Posisi 7: 3 poin
  • Posisi 8: 2 poin
  • Posisi 9: 1 poin


Sistem ini membuat kemenangan dan posisi podium sangat bernilai tinggi, sehingga setiap pembalap akan berusaha maksimal untuk meraih hasil terbaik di setiap balapan.

Akumulasi Poin dan Penentuan Juara Dunia

Pembalap dari Aprilia Racing, Marco Bezzecchi juarai MotoGP Amerika 2026. (Jerome Miron-Imagn Images)

Semua poin dari setiap Grand Prix akan diakumulasikan sepanjang musim. Pembalap dengan total poin tertinggi di akhir musim akan dinobatkan sebagai Juara Dunia MotoGP.

Pada musim 2025, terdapat 22 seri balapan. Secara teori, poin maksimal yang bisa diraih adalah 814 poin. Namun, menyapu bersih kemenangan di semua Sprint dan balapan utama hampir mustahil, mengingat ketatnya persaingan antar pembalap.

Strategi Tim dan Pembalap dalam Mengumpulkan Poin

Dalam MotoGP, kunci jadi juara dunia tak hanya motor yang kencang. Namun, strategi menjadi kunci utama dalam perebutan gelar juara. 

MotoGP menuntut para pembalap untuk bisa konsisten meraih poin sepanjang musim.

Berikut ini sejumlah faktor yang memengaruhi hasil balapan MotoGP:

  • Performa pembalap
  • Cedera
  • Gaya balap
  • Cuaca
  • Kecocokan motor dengan sirkuit

Keberuntungan juga memainkan peran, karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja, bahkan tanpa kesalahan pembalap itu sendiri.

Baca juga: MotoGP Resmi Tunda Balapan GP Qatar Akibat Situasi Geopolitik

Karena itu, pembalap harus cerdas. Saat kemenangan sulit diraih, mengamankan poin menjadi prioritas. Memaksakan diri justru bisa berujung crash dan kehilangan poin sama sekali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MotoGP

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU