Senin, 13 APRIL 2026 • 15:00 WIB

Sejarah Juara MotoGP 1949–2026: Era Dominasi dari Agostini hingga Bagnaia

Author

MotoGP Amerika Serikat. (Jerome Miron-Imagn Images)

INDOZONE.ID - Kejuaraan dunia MotoGP didirikan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM) pada tahun 1949. Sejak didirikan hingga sekarang, total ada 31 pembalap yang berhasil meraih gelar juara dunia.

Dari era mesin 2-tak (500cc) hingga 4-tak (1000cc) modern, setiap generasi memiliki juara yang mendominasi.

Pembalap asal Inggris, Leslie Graham, menjadi juara MotoGP (saat itu bernama GP500) pertama pada 1949 dengan mengendarai motor AJS.

Baca juga: Mengenal Sistem Poin MotoGP: Cara Penentuan Gelar Juara Dunia yang Jarang Diketahui

Dalam artikel ini, kita akan membahas era para juara dunia MotoGP lebih dari sekali sejak tahun 1949 hingga sekarang.

Era Giacomo Agostini, Pembalap dengan Gelar Terbanyak (1960-an – 1970-an)

Pembalap dengan gelar terbanyak adalah Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar MotoGP dan total 15 gelar dunia jika termasuk kelas 350cc.

Prestasi ini menjadikannya sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah.

Di era Agostini, motor MotoGP masih menggunakan mesin 2-tak dan 4-tak awal. Teknologi yang ada di motor juga masih sangat minim. Juara ditentukan oleh skill rider saat di lintasan.

Era Mick Doohan (1990-an)

Memasuki tahun 1990-an, Mick Doohan dari Australia mendominasi dengan 5 gelar juara dunia berturut-turut (1994–1998).

Di era ini, motor menggunakan mesin 500cc 2-tak dengan tenaga besar. Hal ini membuat motor sulit untuk dikendalikan oleh rider. Gaya balap pun menjadi agresif dan penuh risiko.

Era Valentino Rossi (2000-an)

Valentino Rossi menjadi ikon khas MotoGP. Saat membahas MotoGP, nama Valentino Rossi tak bisa dilewatkan.

Selama kariernya, The Doctor (julukan Rossi) telah menjuarai MotoGP sebanyak tujuh kali di kelas utama.

Rossi berjaya di dua era yakni 500cc (2-tak) dan MotoGP 990cc & 800cc (4-tak).

Teknologi di era 4-tak mengalami perubahan besar, khususnya di bagian torsi yang jauh lebih halus dan stabil.

Di era ini, gaya balap lebih mengandalkan kecerdasan dan konsisten. Karena mesin 4-tak lebih stabil saat deselerasi, Rossi merevolusi gaya pengereman dengan teknik leg dangle (menurunkan satu kaki dari footpeg saat mengerem keras).

Era Marc Marquez

Masuk di era 2010-an, kita mendengar nama Marc Marquez. Di era modern ini, Marquez sukses menjadi raja baru dengan 6 gelar juara dunia MotoGP.

Motor di era ini sudah menggunakan mesin 1000cc 4-tak. Motor dilengkapi banyak teknologi elektronik canggih seperti traction control, ECU.

Gaya balap ekstrem dengan sudut kemiringan tinggi (Elbow-down ekstrem). Pembalap asal Spanyol ini mempopulerkan gaya menyelamatkan motor dari kecelakaan (front-end save) dengan menggunakan lutut dan sikutnya sebagai tuas untuk mengangkat kembali motor yang sudah tergelincir.

Era Pecco Bagnaia

Dalam beberapa tahun terakhir, Francesco Bagnaia (Pecco) muncul sebagai juara dunia baru bersama Ducati.

Keunggulan di era ini adalah motor dilengkapi dengan winglets (sayap aerodinamika) yang masif di depan dan buritan, serta ride-height devices (perangkat penurun tinggi motor) yang beroperasi secara hidraulis di jalan lurus.

Baca juga: Marco Bezzecchi Juara MotoGP Amerika Serikat 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun

Gaya balap Bagnaia dikenal dengan Aero-dependent & Precision braking.

Daftar Lengkap Juara MotoGP 1949-2025

Berikut ini daftar juara dunia Kejuaraan Balap Motor 500/MotoGP sejak tahun 1949 hingga 2025. 

  • Leslie Graham, 1949, AJS
  • Umberto Masetti, 1950, Gilera
  • Geoff Duke, 1951, Norton
  • Umberto Masetti, 1952, Gilera
  • Geoff Duke, 1953, Gilera
  • Geoff Duke, 1954, Gilera
  • Geoff Duke, 1955, Gilera
  • John Surtees, 1956, MV Agusta
  • Libero Liberati, 1957, Gilera
  • John Surtees, 1958, MV Agusta
  • John Surtees, 1959, MV Agusta
  • John Surtees, 1960, MV Agusta
  • Gary Hocking, 1961, MV Agusta
  • Mike Hailwood, 1962, MV Agusta
  • Mike Hailwood, 1963, MV Agusta
  • Mike Hailwood, 1964, MV Agusta
  • Mike Hailwood, 1965, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1966, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1967, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1968, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1969, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1970, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1971, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1972, MV Agusta
  • Phil Read, 1973, MV Agusta
  • Phil Read, 1974, MV Agusta
  • Giacomo Agostini, 1975, Yamaha
  • Barry Sheene, 1976, Suzuki
  • Barry Sheene, 1977, Suzuki
  • Kenny Roberts, 1978, Yamaha
  • Kenny Roberts, 1979, Yamaha
  • Kenny Roberts, 1980, Yamaha
  • Marco Lucchinelli, 1981, Suzuki
  • Franco Uncini, 1982, Suzuki
  • Freddie Spencer, 1983, Honda
  • Eddie Lawson, 1984, Yamaha
  • Freddie Spencer, 1985, Honda
  • Eddie Lawson, 1986, Yamaha
  • Wayne Gardner, 1987, Honda
  • Eddie Lawson, 1988, Yamaha
  • Eddie Lawson, 1989, Honda
  • Wayne Rainey, 1990, Yamaha
  • Wayne Rainey, 1991, Yamaha
  • Wayne Rainey, 1992, Yamaha
  • Kevin Schwantz, 1993, Suzuki
  • Mick Doohan, 1994, Honda
  • Mick Doohan, 1995, Honda
  • Mick Doohan, 1996, Honda
  • Mick Doohan, 1997, Honda
  • Mick Doohan, 1998, Honda
  • Àlex Crivillé, 1999, Honda
  • Kenny Roberts Jr., 2000, Suzuki
  • Valentino Rossi, 2001, Honda
  • Valentino Rossi, 2002, Honda
  • Valentino Rossi, 2003, Honda
  • Valentino Rossi, 2004, Yamaha
  • Valentino Rossi, 2005, Yamaha
  • Nicky Hayden, 2006, Honda
  • Casey Stoner, 2007, Ducati
  • Valentino Rossi, 2008, Yamaha
  • Valentino Rossi, 2009, Yamaha
  • Jorge Lorenzo, 2010, Yamaha
  • Casey Stoner, 2011, Honda
  • Jorge Lorenzo, 2012, Yamaha
  • Marc Márquez, 2013, Honda
  • Marc Márquez, 2014, Honda
  • Jorge Lorenzo, 2015, Yamaha
  • Marc Márquez, 2016, Honda
  • Marc Márquez, 2017, Honda
  • Marc Márquez, 2018, Honda
  • Marc Márquez, 2019, Honda
  • Joan Mir, 2020, Suzuki
  • Fabio Quartararo, 2021, Yamaha
  • Francesco Bagnaia, 2022, Ducati
  • Francesco Bagnaia, 2023, Ducati
  • Jorge Martín, 2024, Ducati
  • Marc Márquez, 2025, Ducati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, MotoGP

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU