INDOZONE.ID - Penyerang muda Brazil, Endrick sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Akan tetapi, baru-baru ini ia mengungkapkan, tidak ingin anaknya jadi pemain sepak bola.
Meski begitu, Endrick ingin sang anak kelak menekuni profesi lain yang jauh dari dunia sepak bola.
Hal itu diungkapkan pemain Olympiquue Lyon tersebut, dalam wawancaranya baru-baru ini, sebagaimana yang dikutip dari The Guardian, pada Jumat (1/5/2026).
"Saya berharap anak saya menjadi seorang dokter, seorang pengacara, atau apa pun yang lain," ujar Endrick.
Tidak hanya itu saja, Endrick berharap, sang anak memandang dirinya sebagai ayah biasa. Sebab, ia ingin hubungan yang terjalin dengan anaknya kelak sederhana.
"Saya berharap dia menjadi seorang manusia yang luar biasa, seorang manusia yang istimewa. Saya berharap dia melihat saya sebagai seorang manusia biasa dan bukan Endrick, pemain bola!" lanjutnya.
Lebih lanjut, Endrick kemudian juga menggambarkan, dunia sepak bola sangatlah keras dan juga penuh tekanan.
Sehingga, ia harus berpikir dua kali untuk mengizinkan anaknya nanti untuk ikuti jejaknya sebagai pesepak bola.
Baca juga: Regulasi Kartu Kuning Piala Dunia 2026: Ada Perubahan!
"Bola tidaklah dunia yang mudah, ini adalah lingkungan yang sangat berat," ujar Endrick menutup wawancara.
Endrick kini tengah menjalani masa pinjamannya bersama klub Prancis, Olympique Lyon. Bersama klub Ligue 1 itu, pemain Timnas Brasil tersebut mampu menunjukkan penampilan impresifnya musim ini, dengan mencetak 7 gol dan 7 assist dalam 18 penampilannya bersama Lyon di semua kompetisi.
Endrick bergabung dengan Lyon pada Januari 2026 lalu. Ia dipinjamkan oleh Real Madrid ke raksasa Prancis itu demi bisa mendapatkan menit bermain.
Sementara itu di Real Madrid, Endrick kurang mendapatkan menit bermain. Ia total hanya memainkan 3 penampilan di 3 kompetisi berbeda yaitu, 1 penampilan di La Liga, 1 penampilan di Copa del Rey, dan 1 penampilan di ajang Liga Champions.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian