Selasa, 19 MEI 2026 • 09:00 WIB

Kisah Dhea Natasya, Perempuan Indonesia Pertama yang Lolos ke World Longboard Tour 2026

Author

Dhea Natasya, atlet surfing asal Bali. (Press Rilis)

INDOZONE.ID - Ombak Bali kembali membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Kali ini datang dari sosok Dhea Natasya, atlet surfing asal Bali yang berhasil mencetak sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang lolos ke ajang bergengsi World Surf League (WSL) World Longboard Tour 2026.

Pencapaian tersebut diraih Dhea setelah tampil memukau sepanjang rangkaian qualifying series, termasuk saat menjuarai Hamamatsu Longboard Qualifying Series (LQS) di Jepang. Konsistensinya mengumpulkan poin akhirnya mengantarkan ia masuk ke World Longboard Tour, kompetisi elite yang hanya diikuti 24 peselancar perempuan terbaik dunia.

Keberhasilan ini menjadikan Dhea sebagai perempuan ketiga di Asia yang mampu menembus level tertinggi surfing profesional dunia. Sebuah pencapaian besar yang tak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga membawa Bali dan Indonesia menjadi sorotan dari komunitas surfing internasional.

Bagi Indonesia, keberhasilan Dhea menjadi simbol baru lahirnya generasi atlet perempuan yang mampu bersaing di olahraga ekstrem tingkat dunia. Terlebih, surfing selama ini identik dengan dominasi negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Brasil.

Baca juga: Peselancar Indonesia Bronson Meydi Raih Gelar Juara Dunia Selancar Junior WSL

Perjalanan Dhea menuju level dunia juga bukan proses yang instan. Atlet muda asal Bali itu telah mengukir berbagai prestasi sejak beberapa tahun terakhir. Pada perhelatan SEA Games Filipina 2019, Dhea sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di nomor Longboard Putri.

Prestasinya berlanjut di PON Aceh 2024. Tak hanya meraih medali emas di nomor Women’s Longboard, Dhea juga membawa pulang raihan medali perak untuk kategori Women’s Shortboard. Kemampuannya bersaing di dua disiplin yang berbeda membuatnya dianggap sebagai salah satu talenta surfing perempuan paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini.

Di balik prestasi tersebut, ada perjalanan panjang penuh disiplin, latihan, dan konsistensi menghadapi ombak. Tumbuh di Bali yang dikenal sebagai salah satu destinasi surfing dunia, Dhea berkembang bersama budaya laut yang begitu kuat membentuk karakter para peselancar muda.

Kini, langkahnya menuju World Longboard Tour 2026 menjadi babak baru, bukan hanya bagi kariernya sendiri, tetapi juga bagi perkembangan surfing perempuan Indonesia. Kehadiran Dhea di panggung dunia membuka harapan bahwa semakin banyak atlet perempuan Indonesia mampu tampil dan bersaing di level internasional.

Baca juga: Gagal Persembahkan Medali bagi Indonesia, Rio Waida Ungkap Kekecewaannya Usai Dikalahkan Peselancar Afrika Selatan di Olimpiade Paris 2024

Saya berharap perjalanan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga bisa memberi semangat bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar,” ujarnya

Dhea Natasya juga mendapat dukungan dari Yummy brand lokal Indonesia yang diakui menjadi salah satu motivasi penting dalam perjalanan kariernya menuju panggung surfing dunia.

Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya berarti secara profesional, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan terhadap mimpi atlet perempuan Indonesia untuk bisa bersaing di kancah internasional.

Dukungan terhadap Dhea dan komunitas surfing perempuan di Bali juga menjadi bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat, women empowerment, serta lahirnya generasi baru talenta Indonesia di panggung dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Rilis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU