Kamis, 21 MEI 2026 • 16:43 WIB

Tak Semua Olahraga Dipisah Gender, Ini Daftar Cabang Mixed-Gender yang Diakui Dunia

Author

Ilustrasi olahraga berkuda. (Freepik/videoam70)

INDOZONE.ID - Dunia olahraga modern umumnya memisahkan kompetisi berdasarkan gender. Pria melawan pria dan wanita melawan wanita. Salah satu alasan pemisahan ini karena pria dan wanita memiliki perbedaan fisik seperti massa otot dan kapasitas aerobik.

Namun apakah semua cabang olahraga harus selalu biner? Jawabannya adalah tidak. Faktanya, ada sejumlah cabang olahraga yang mengizinkan pria dan wanita bertanding atau jadi rekan setim.

Konsep seperti ini dikenal sebagai mixed-gender sport atau olahraga campuran gender. 

Baca juga: Nabila Syakieb Luruskan Persepsi Masyarakat Tentang Olahraga Berkuda

Lalu apa saja cabang olahraga yang termasuk netral gender atau mixed-gender? Dan mengapa aturan tersebut bisa diterapkan? Berikut ini ulasannya!

Penjelasan Olahraga Mixed-Gender

Dilansir Wikipedia, mixed-gender atau campuran adalah olahraga tunggal dan olahraga tim yang pesertanya tak hanya berasal dari jenis kelamin tunggal.

Format pertandingan olahraga mixed-gender, pria dan wanita bermain dalam satu arena yang sama, baik sebagai lawan maupun sebagai rekan satu tim. 

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesetaraan, memperkuat kerja sama dan menonjolkan aspek teknik serta strategi permainan.

Tiga Kategori Olahraga Mixed-Gender

Dalam dunia olahraga internasional, ada tiga pola utama bagaimana pria dan wanita bertanding bersama.

1. Tipe Inklusif Khusus (Strictly Mixed Gender)

Satu arena, satu kompetisi, tanpa pemisahan. Contohnya equestrian (berkuda).

2. Tipe Kolaborasi Ganda (Mixed Doubles)

Satu tim yang terdiri dari campuran pria dan wanita. Contohnya korfball, ganda campuran bulu tangkis

3. Tipe Beregu Campuran (Team Relay & Event)

Format relay atau event campuran dalam satu lomba besar. Contohnya lari estafet 4×400m mixed di atletik Olimpiade.


Contoh Olahraga Mixed-Gender yang Diakui Internasional

1. Berkuda

Berkuda merupakan satu-satunya cabang olahraga Olimpiade di mana pria dan wanita benar-benar bersaing dalam satu kompetisi tanpa pemisahan sama sekali. 

Olahraga ini pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Stockholm 1912. Hingga 1948, hanya atlet pria yang boleh ikut karena penunggang kuda harus berstatus perwira militer. 

Namun pada 1951, regulasi itu dicabut. Lalu pada  Olimpiade Helsinki 1952, pemisahan gender dihilangkan, di mana wanita  dan pria bisa berkompetisi di arena yang sama.

Kenapa pria dan wanita bisa bertanding? Alasan utamanya terletak pada kekuatan kuda yang ditunggangi.

Dalam berkuda, penentu kemenangan adalah keserasian antara penunggang dan kuda, bukan  kekuatan fisik semata.

2. Bulu Tangkis

Ganda campuran China di Olimpiade Paris 2024, Si Wei Zheng dan Ya Qiong Huang. (REUTERS/Ann Wang)

Dalam bulu tangkis, terdapat tiga format ganda yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Pada format ganda campuran, satu pria dan satu wanita bermain sebagai pasangan. 

Format ini bukan sekadar variasi, tapi nomor resmi Olimpiade dan kejuaraan dunia BWF.

Dalam sejarahnya, nomor ini telah dipertandingkan sejak awal kompetisi bulu tangkis internasional formal di abad ke-19.

Di era modern saat ini, aturan ganda campuran tak fokus pada perbedaan tinggi net atau ukuran lapangan. Namun pembeda utamanya adalah pembagian peran taktis yang sangat terspesialisasi di atas lapangan.

Umumnya, pemain wanita berada di area depan lapangan. Tugasnya adalah adu netting dengan lawan, memotong bola-bola cepat di depan net hingga membuka ruang agar lawan mengangkat bola.

Sementara pemain pria fokus menjaga area belakang lapangan. Tugas utamanya adalah mengeksploitasi kekuatan fisik melalui smes-smes tajam untuk menyelesaikan poin atau memberikan tekanan konstan.

3. Korfball

Korfball adalah satu-satunya olahraga tim di dunia yang secara struktural dan wajib mensyaratkan campuran gender. Setiap tim terdiri dari  empat pemain pria dan empat pemain putri. 

Lapangan dibagi menjadi dua zona (zona serang dan zona bertahan). Di setiap zona, sebuah tim harus menempatkan 2 pria dan 2 wanita.

Pencipta olahraga ini adalah seorang guru sekolah di Belanda bernama Nico Broekhuysen pada 1902. Saat itu, ia terinspirasi dari keinginan menciptakan olahraga yang bisa dimainkan bersama tanpa membedakan jenis kelamin.

Pada zamannya, olahraga ini sangat kontroversial. Bahkan sebuah surat kabar menyebut korfball sebagai "monster yang mengulurkan cakarnya ke segala penjuru." Kini korfball menjadi olahraga World Games dan dimainkan di lebih dari 60 negara.

Selain ketiga olahraga di atas, ada beberapa cabang olahraga lain yang punya mixed doubles, seperti tenis, catur hingga e-Sports.

Mengapa Tidak Semua Olahraga Bisa Mixed-Gender?

Alasan utama paling sering muncul adalah karena perbedaan fisiologis pria dan wanita. Pemisahan gender dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan kompetisi, keamanan atlet hingga pertandingan yang adil.

Sebagai contoh, olahraga tinju yang mengandalkan kekuatan pukulan, daya tahan tubuh, dan massa otot. Meski sama-sama memiliki skill dalam bertinju, namun pukulan pria jauh lebih kuat daripada wanita karena perbedaan fisiologis.

Baca juga: Aisha Hakim, Putri Irfan Hakim Berhasil Meraih Medali Emas Cabang Berkuda di Ajang PON 2024!

Karena itulah, pemisahan kategori dianggap penting untuk menjaga keselamatan sekaligus menciptakan persaingan yang setara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Sportforlife

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU