INDOZONE.ID - Bola basket merupakan salah satu olahraga populer di dunia. Olahraga yang lahir di Amerika Serikat pada Desember 1891 ini mengandalkan keterampilan tangan untuk menggiring, mengoper, dan memasukkan bola ke dalam ring lawan guna meraih poin.
Namun bagi penonton awam, sistem perhitungan skor permainan bola basket kadang membingungkan. Karena bola basket tak seperti sepak bola, yang satu gol dihitung 1 poin. Dalam basket, tidak semua tembakan memiliki nilai yang sama.
Supaya nggak bingung, di artikel ini Indozone akan jelaskan sistem perhitungan skor bola basket.
Baca juga: Raja Three Point NBA: Deretan Penembak Jitu Terbaik Sepanjang Sejarah Basket
Sistem Perhitungan Skor Bola Basket
Dalam olahraga bola basket, tim akan mendapat poin ketika seorang pemain berhasil memasukkan bola ke ring lawan.
Para pemain bisa mendapatkan poin dengan berbagai jenis tembakan seperti lemparan bebas (free throw), slam dunk, jump shot, hingga tembakan tiga angka (three-poin shot).
Jumlah poin yang diberikan bergantung pada jenis tembakan dan jarak pemain saat melepaskan bola ke arah ring.
Berikut ini jenis-jenis tembakan dalam bola basket yang perlu kamu ketahui:
Tembakan Dua Angka (2 Poin)
Jenis skor yang paling umum dalam bola basket adalah tembakan dua angka. Poin ini diberikan ketika pemain berhasil mencetak angka dari area di dalam garis tiga poin.
Tembakan dua angka dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti jump shot, layup, maupun slam dunk. Selama tembakan dilepaskan dari dalam garis tiga poin dan bola masuk ke ring, tim akan mendapatkan dua poin.
Tembakan Tiga Angka (3 Poin)
NBA mulai memperkenalkan garis tiga poin pada musim 1979-1980. Aturan ini memberikan penghargaan tambahan bagi pemain yang mampu memasukkan bola dari jarak yang lebih jauh.
Sebelum adanya garis tiga poin, seluruh tembakan yang terjadi saat permainan berlangsung hanya bernilai dua angka tanpa memandang jaraknya dari ring.
Sejak diperkenalkan, tembakan tiga angka terus mengalami peningkatan popularitas dan kini menjadi salah satu senjata utama dalam strategi menyerang banyak tim NBA. Dalam beberapa musim terakhir, rata-rata jumlah percobaan tembakan tiga angka bahkan terus mencatat rekor tertinggi dalam sejarah liga.
Lemparan Bebas atau Free Throw (1 Poin)
Lemparan bebas diberikan ketika seorang pemain dilanggar (foul) saat sedang melakukan percobaan tembakan.
Jika tembakan tersebut gagal masuk, pemain akan mendapatkan kesempatan melakukan lemparan bebas sesuai nilai tembakan yang dicoba.
Untuk percobaan tembakan dua angka, pemain memperoleh dua kali lemparan bebas. Sementara jika pelanggaran terjadi saat mencoba tembakan tiga angka, pemain akan mendapatkan tiga kali lemparan bebas.
Apabila tembakan yang dilanggar tetap berhasil masuk ke dalam ring, poin dari tembakan tersebut tetap dihitung. Selain itu, pemain juga memperoleh satu kali lemparan bebas tambahan.
Situasi ini dikenal dengan istilah "and one" karena pemain mendapatkan poin dari tembakan yang masuk sekaligus satu kesempatan lemparan bebas tambahan.
Lemparan bebas juga dapat diberikan ketika sebuah tim telah memasuki kondisi penalty atau akumulasi pelanggaran. Kondisi ini terjadi ketika sebuah tim melakukan sedikitnya lima pelanggaran dalam satu kuarter.
Baca juga: FIBA Dorong Basket Usia Dini untuk Bentuk Karakter Anak Indonesia
Mulai dari pelanggaran kelima dan seterusnya, setiap pelanggaran bertahan maupun pelanggaran saat perebutan bola akan menghasilkan dua lemparan bebas bagi tim lawan, meskipun pemain yang dilanggar tidak sedang melakukan tembakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jr.nba