Kamis, 11 JUNI 2026 • 09:35 WIB

7 Pasang Kakak Beradik Yang Siap Unjuk Gigi Di Piala Dunia 2026!

Author

Kakak Adik Beda Negara, Guela dan Desire Doue. (X/NoteSphere)

INDOZONE.ID - Gelaran Piala Dunia 2026 dipastikan bakal menjadi panggung yang sangat emosional bagi banyak pesepak bola dunia.

Selain menjadi tempat debut bagi para talenta muda dan momen ‘last dance’ bagi para pemain veteran, turnamen kali ini membawa makna yang jauh lebih mendalam bagi beberapa keluarga. 

Setidaknya ada tujuh pasang pemain berstatus kakak-adik kandung yang bakal meramaikan Piala Dunia 2026, di mana setengah dari mereka bermain di timnas yang sama dan setengahnya lagi harus saling bentrok membela negara yang berbeda.

Sebenarnya, Piala Dunia tahun ini hampir saja mencatatkan delapan pasang saudara andai nasib baik berpihak pada Timber bersaudara. 

Di skuad awal, terdapat nama Quentin Timber dan Jurrien Timber yang diproyeksikan tampil bersama. 

Baca juga: FIFA Cetak Rekor Baru: Total Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp15,8 Triliun!

Sayangnya, Jurrien Timber batal berlaga di Piala Dunia 2026 karena mengalami cedera pangkal paha yang cukup parah, sehingga dirinya harus dipulangkan lebih awal dari training camp timnas Belanda.

Duel Saudara Beda Negara

Fenomena kakak-adik beda timnas selalu menjadi bumbu paling menarik di ajang Piala Dunia. Untuk edisi 2026, ada empat pasang duel saudara yang memilih jalan membela bendera yang berbeda:

1. Nico Williams (Spanyol) & Iñaki Williams (Ghana)

Duo lini serang milik Athletic Bilbao ini lahir di Spanyol dari orang tua asal Ghana. 

Nico yang sukses menjuarai UEFA Euro 2024 telah mengemas 6 gol dari 30 caps bersama Spanyol, sementara sang kakak, Iñaki, memilih beralih kewarganegaraan sejak empat tahun lalu dan kini mengantongi 25 caps bersama Ghana. 

Baca juga: Kapolri Bakal Hidupkan Satgas Anti Mafia Bola, Cegah Perjudian Piala Dunia 2026

Bagi keduanya, ini adalah penampilan Piala Dunia kedua mereka.

2. Guéla Doué (Pantai Gading) & Désiré Doué (Prancis)

Lahir dari ayah Pantai Gading dan ibu Prancis, keduanya sempat menyita perhatian dunia minggu lalu saat Pantai Gading mengejutkan Prancis 2-1 di laga uji coba, di mana Guéla sukses mencetak gol ke gawang tim adiknya. 

Désiré merupakan winger muda potensial milik PSG dengan 6 caps di Prancis, sedangkan kakaknya, Guéla, adalah bek kanan berpengalaman Strasbourg yang sudah tampil 20 kali untuk Pantai Gading.

3. John Souttar (Skotlandia) & Harry Souttar (Australia)

Sama-sama lahir di Aberdeen, Skotlandia, dan berposisi sebagai bek, keduanya punya takdir internasional yang berbeda. 

Baca juga: Bukan Sekadar Mencetak Gol, Ini Peran Taktis Striker dalam Membuka Ruang Lini Tengah!

John setia membela tanah kelahirannya dengan 24 penampilan, sedangkan Harry memilih menyeberang ke Australia karena mengikuti garis keturunan ibunya dan kini sudah mengemas 38 penampilan.

4. Derrick Luckassen (Ghana) & Brian Brobbey (Belanda)

Bersaudara berdarah Ghana namun lahir di Belanda, kedua pemain ini bersiap melakoni debut Piala Dunia mereka. 

Luckassen sempat membela timnas muda Belanda sebelum akhirnya mantap menerima panggilan Ghana awal tahun ini, sementara sang adik, Brian Brobbey, sudah menjadi andalan lini depan timnas senior Belanda sejak 2023 dengan 11 penampilan.

Perjuangan Saudara Satu Negara

Jika empat pasang di atas harus saling bersaing, tiga pasang kakak-adik berikut ini justru menunjukkan kekompakan luar biasa dengan berjuang di bawah satu logo federasi yang sama:

Baca juga: Mengupas Taktik Man-to-Man Marking dalam Sepak Bola Modern, Ternyata Risiko Besar dalam Penerapannya!

1. Théo Hernández & Lucas Hernández (Prancis)

Menjadi pasangan saudara paling mentereng di turnamen ini, duet bek tangguh ini mengoleksi total kombinasi 85 penampilan bersama Les Bleus. 

Lucas (sang kakak) merupakan pemilik trofi Piala Dunia 2018, sedangkan Théo menyusul debut tiga tahun setelahnya. Keduanya sempat bahu-membahu membawa Prancis menjadi runner-up di Qatar 2022 lalu.

2. Leandro Bacuna & Juninho Bacuna (Curaçao)

Curaçao mencetak sejarah sebagai negara paling kecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Kebahagiaan mereka makin lengkap dengan kehadiran Bacuna bersaudara di lini tengah. 

Leandro adalah pemilik rekor penampilan terbanyak Curaçao (72 caps), sementara sang adik, Juninho, menyusul di belakangnya dengan catatan 48 caps.

Baca juga: Babak Pertama Indonesia Vs Mozambik: Garuda Unggul 1-0

3. Deroy Duarte & Laros Duarte (Cabo Verde)

Menambah daftar rombongan gelandang bersaudara, duo Duarte siap mengawal lini tengah timnas Cabo Verde. 

Menariknya, meskipun Laros adalah sang kakak, sang adik yaitu Deroy justru melakoni debut timnas lebih awal pada tahun 2022, disusul Laros dua tahun kemudian.

Kehadiran para saudara ini jelas bakal membuat drama di atas lapangan hijau semakin menarik untuk ditonton. 

Siapa di antara mereka yang bakal melaju paling jauh di turnamen Piala Dunia 2026 kali ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Olympics.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU