Pemain Menutup Mulut Bisa Kartu Merah! Ini Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang Wajib Diketahui
INDOZONE.ID - Kick-off Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam. Piala Dunia tahun ini jadi edisi paling berbeda dalam sejarah turnamen sepak bola akbar tersebut.
Selain karena diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan, Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga menghadirkan sejumlah peraturan baru.
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan International Football Association Board (IFAB) melakukan serangkaian penyesuaian aturan menjelang dimulainya Piala Dunia. Mulai dari larangan pemain menutupi mulut, strategi mengulur waktu hingga penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Baca juga: Preview Pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 Meksiko vs Afrika Selatan: Pertemuan Pertama Sejak 2010
Pada artikel ini, Indozone akan merangkum sejumlah perubahan aturan yang akan diterapkan selama pertandingan Piala Dunia 2026.
Peraturan Baru Piala Dunia 2026
1. Kartu Merah untuk Pemain yang Menutup Mulut
Wasit akan memberikan kartu merah kepada pemain yang menutupi mulutnya menggunakan tangan, lengan, atau jersey saat berkonfrontasi dengan lawan.
Aturan ini dibuat FIFA setelah insiden yang melibatkan bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, pada ajang Liga Champions musim ini.
Namun perlu diingat bahwa aturan ini diterapkan ketika terjadi perselisihan antar pemain di lapangan. Pemain tetap boleh menutup mulut saat berbicara secara normal dengan rekan setim atau lawan.
2. Pergantian Pemain 10 Detik
Di Piala Dunia 2026, pergantian pemain hanya diberikan waktu 10 detik. Saat wasit memberikan sinyal pergantian pemain, pemain yang akan keluar hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik keluar terdekat.
Jika lewat dari 10 detik, pemain pengganti belum bisa langsung masuk ke lapangan dan harus menunggu hingga pertandingan dihentikan kembali.
Ini tentu jadi kerugian bagi tim karena harus bermain dengan 10 pemain untuk sementara waktu.
3. 5 Detik untuk Memulai Kembali Permainan
Jika wasit menilai seorang pemain terlalu lama melakukan lemparan ke dalam atau tendangan sudut, maka hitungan mundur selama lima detik akan diberlakukan.
Apabila hitungan waktu habis dan bola belum masuk ke lapangan, maka wasit berhak memberikan penguasaan bola kepada tim lawan sebagai bentuk sanksi atas upaya mengulur waktu.
4. Jeda Minum di Setiap Babak
FIFA menerapkan jeda minum (hydration break) pada setiap babak pertandingan. Aturan ini dikeluarkan mengingat suhu panas di Amerika, Kanada dan Meksiko.
Jeda waktu diberikan agar para pemain bisa minum untuk menghidrasi tubuh dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem.
5. Kewenangan VAR Lebih Luas
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) juga akan memiliki cakupan pemeriksaan yang lebih luas pada Piala Dunia 2026.
Beberapa situasi baru yang dapat ditinjau melalui VAR meliputi:
- Keputusan tendangan sudut yang diberikan secara keliru, selama proses peninjauan tidak menghambat dimulainya kembali pertandingan.
- Pelanggaran menyerang yang terjadi sebelum bola kembali aktif dalam permainan, misalnya saat proses restart dari situasi bola mati.
- Kartu merah yang muncul akibat kartu kuning kedua apabila keputusan tersebut terbukti jelas-jelas keliru.
- Kesalahan identitas pemain ketika wasit memberikan kartu kuning atau kartu merah kepada pemain yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran.
6. Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan
Pemain lapangan yang mendapat perawatan dari tim medis wajib meninggalkan lapangan selama satu menit sebelum diperbolehkan kembali bermain.
Tapi ada pengeculian untuk kasus benturan keras, cedera serius, serta penjaga gawang.
7. Tidak Ada Lagi Tactical Timeout saat Kiper Cedera
Sebelumnya, pemain sering memanfaatkan jeda ketika kiper mengalami cedera untuk mendekati pelatih dan menerima instruksi taktik di area teknis.
Di aturan baru ini, pemain diwajibkan tetap berada di posisi masing-masing di lapangan. Meski demikian, tidak ada hukuman khusus untuk pemain yang tetap mendekati pelatih.
8. Pemain yang Keluar Lapangan Sebagai Bentuk Protes Diberi Kartu Merah
Pemain yang sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan langsung dihadiahi kartu merah.
Sanksi serupa juga dapat diberikan kepada pelatih yang mendorong atau menginstruksikan tindakan tersebut.
Apabila sebuah tim secara sengaja menyebabkan pertandingan dihentikan atau dibatalkan akibat aksi protes kolektif, tim tersebut dapat dinyatakan kalah (forfeit).
Aturan ini disebut terinspirasi dari sejumlah insiden kontroversial yang terjadi dalam pertandingan final Piala Afrika (AFCON) antara Senegal dan Maroko.
9. Waktu Maksimal Kiper Menguasai Bola 8 Detik
FIFA juga memperketat aturan terhadap kiper atau penjaga gawang yang sengaja mengulur waktu. Kiper hanya diperbolehkan diperbolehkan menguasai bola maksimal delapan detik.
Wasit akan memberikan hitungan visual lima detik terakhir sebelum menjatuhkan sanksi. Jika batas waktu dilanggar, lawan akan mendapatkan hadiah tendangan sudut.
Baca juga: 7 Pasang Kakak Beradik Yang Siap Unjuk Gigi Di Piala Dunia 2026!
Itulah beberapa aturan baru Piala Dunia 2026 yang dibuat FIFA bersama IFAB. Perubahan aturan ini diharapkan dapat membuat pertandingan berjalan lebih efektif, meningkatkan tempo permainan, dan membantu wasit mengambil keputusan dengan lebih akurat melalui pemanfaatan teknologi VAR yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA