Selasa, 16 JUNI 2026 • 19:29 WIB

Kisah Sedih di Balik Aksi Heroik Kiper Tanjung Verde Vozinha: Tangis Pecah Usai Imbangi Spanyol 0-0

Author

Kiper Tanjung Verde, Vozinha, selebrasi usai timya menahan imbang Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)

INDOZONE.ID - Kiper Tanjung Verde, Vozinha, menunjukkan aksi heroik kala timnya menahan imbang Spanyol 0-0 di Grup H Piala Dunia 2026. Usai pertandingan, kiper berumur 40 tahun itu menangis. 

Namun, tangis Vozinha tidak hanya karena penampilan impresifnya membantu Tanjung Verde raih poin di Piala Dunia.

Kiper Tanjung Verde, Vozinha (REUTERS)

Vozinha memang tampil luar biasa dalam menghadang gempuran Spanyol yang tercatat melepaskan 27 tembakan. Sebanyak tujuh penyelamatannya menggagalkan upaya Spanyol mencetak gol.

“Sangat bangga… Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mewakili negara saya,” kata Vozinha kepada wartawan tentang negara kepulauannya, negara terkecil ketiga yang lolos ke Piala Dunia, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (16//6/2026).

Baca juga: Vozinha, Kiper Cape Verde yang Jadi MVP Saat Lawan Spanyol di Piala Dunia 2026

Karena performa apik tersebut, kiper berumur 40 tahun itu pun jadi Man of the Match dalam pertandingan di Stadion Atlanta, Amerika Serikat (AS), Senin 15 Juni 2026 itu.

Tangis karena Keluarga

Aksi Vozinha amat luar biasa sehingga akan dimaklumi jika ia menangis setelah pertandingan. Akan tetapi, ada alasan lebih dalam di balik tangis Vozinha.

Ternyata, tangis Vozinha pecah karena ingat pada keluarganya. Ia sedih karena tidak ada keluarga yang melihat langsung aksi apiknya di panggung sebesar Piala Dunia 2026.

Ia mengaku dibesarkan kakek dan nenek yang berjuang keras untuk hiudpnya. Tapi, mereka sudah meninggal beberapa tahun lalu.

“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya dan, sayangnya, mereka tidak ada di sini; mereka meninggal beberapa tahun sebelumnya, dan mereka melakukan segalanya untuk saya dan hidup saya,” tambahnya.

Sementara itu, sang ibu gagal mendukung Vozinha secara langsung karena tidak masalah visa.

“Selain itu, ibu saya tidak bisa datang ke sini karena masalah visa. Kami tidak berhasil mendapatkan uang untuk visa tepat waktu, dan saya ingin beliau bisa datang ke sini,” jelas Vozinha.

Meski tidak dilihat orang-orang terkasih, itu tidak mengubah fakta Vozinha telah berjasa besar dalam hasil imbang Tanjung Verde kontra Spanyol.

Bahkan, Vozinha mencetak sejarah sebagai pemain debutan tertua yang mencatatkan cleen sheet di Piala Dunia. 

Aksi apik ini turut membuat nama Vozinha terkenal di media sosial (medsos). Jumlah pengikut Instagram-nya meningkat tajam dari 500 ribu jadi 5 juta dalam beberapa jam usai pertandingan kontra Spanyol.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU