INDOZONE.ID - Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, diduga dapat hujatan dari oknum suporter Skuad Garuda. Kejadian ini pun dapat perhatian serius dari PSSI.
PSSI melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yunus Nusi, menyesalkan kejadian yang menimpa Beckham Putra usai Timnas Indonesia menang 1-0 atas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa 9 Juni 2026, malam WIB.
“PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi, via rilis yang diterima Indozone, Rabu (10/6/2026).
Yunus Nusi menyatakan PSSI tidak mengharapkan kejadian terhadap pemain Persib Bandung itu, yang merupakan salah satu aset Timnas Indonesia. Dengan umur yang baru 23 tahun, Beckham bisa jadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
Baca juga: Kim Sang-sik Hadir di Laga Indonesia vs Mozambik, Ini Respons John Herdman
Ia mengingatkan suporter untuk tetap menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia saat memberikan kritik.
Jika ada rivalitas klub, Yunus Nusi menilai itu wajar untuk membangun level kompetitif di liga yang berujung pada peningkatan kualitas Timnas Indonesia. Tapi, Yunus Nusi minta rivalitas itu tidak dibawa ke level Timnas Indonesia.
“Kami selalu mengingatkan kepada para suporter agar menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia. Kalau memang ada rivalitas klub, biarlah rivalitas itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetisi sepak bola Indonesia,” ungkap Yunus Nusi.
“Jangan sampai rivalitas tersebut membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik kepada pihak lain. Apa pun klub yang berkompetisi di Liga 1 maupun Championship, jangan sampai sentimen itu terbawa ke Timnas Indonesia,” bebernya.
PSSI tidak tinggal diam menghadapi kejadian seperti ini. Supaya tidak terulang yang merugikan pemain, terutama dari sisi psikologis, PSSI akan minta panitia menelusuri kejadian tersebut via CCTV.
“Ke depan, jangan sampai kondisi psikologis mereka mendapat tekanan seperti ini. Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain,” ungkap Sekjen PSSI itu.
Selain itu, Yunus Nusi menyebut PSSI akan menindak tegas oknum suporter tersebut. Bahkan, PSSI membuka peluang untuk melarang oknum suporter tersebut untuk masuk ke stadion saat Timnas Indonesia tanding pada masa mendatang.
“Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis