INDOZONE.ID - Langkah Cape Verde di gelaran Piala Dunia 2026 memang sudah terhenti di babak 32 Besar. Sang juara bertahan, Argentina, jadi tim yang menghentikan laju 'sang kuda hitam' di pesta bola terakbar empat tahunan tersebut.
Meski telah berakhir, kiprah Cape Verde pada debutnya di Piala Dunia 2026 diyakini akan selalu dikenang. Terlebih ada beberapa hal 'anomali' yang dilakukan Cape Verde dalam mempersiapkan diri tampil di Piala Dunia.
Lantah apa saja hal-hal untuk skuad Cape Verde di Piala Dunia 2026? Berikut INDOZONE rangkum hal-hal 'anomali' yang dilakukan skuad berjuluk Blue Sharks tersebut.
Baca juga: LinkedIn Bawa Roberto Lopes ke Piala Dunia 2026 Bersama Tanjung Verde, Ini Kisahnya
1. Cari Pemain Lewat LinkedIn
Apa hubungan LinkedIn dengan karier sepak bola Lopes bersama Tanjung Verde? Ternyata, ia direkrut Tanjung Verde melalui media sosial (medsos) yang dipergunakan untuk mencari pekerjaan tersebut.
Pada 2018, Pelatih Tanjung Verde saat itu, Rui Aguas, tahu Lopes memenuhi syarat untuk membela skuad Cape Verde. Oleh sebab itu, ia menghubungi Lopes melalui LinkedIn.
Sayangnya, Lopes tidak menghiraukan pesan Aguas. Bahkan, bek tengah itu menganggap pesan tersebut sebagai spam karena menggunakan bahasa Portugis yang tidak dipahaminya.
Baca juga: Piala Dunia 2026: Argentina Pupus Harapan Tanjung Verde Lolos ke Babak 16 Besar
2. Memainkan Kiper Berusia 40 Tahun
Selain mencari pemain melalui LinkedIn, Cape Verde juga membuat gebrakan dengan memainkan penjaga gawang yang sudah berusia 40 tahun bernama Vozinha. Gak hanya sudah berumur, Vozinha juga hanya bermain di klub kasta kedua Liga Portugal, yakni Chaves.
Akan tetapi keputusan juru taktik Cape Verde, yakni Pedro Leitão Brito alias Bubista, ternyata tepat. Vozinha benar-benar menjelma bak tembok kukuh di mistar gawang Cape Verde.
Performa luar biasa terlihat saat laga pembuka Grup H melawan tim kuat Spanyol. Skuad La Fuia Roja dibuat frustrasi lantaran peluang emas mereka gak bisa jadi gol!
3. Hanya Punya Populasi 500 Ribu Penduduk
Cape Verde bukanlah negara besar di Afrika, bahkan populasinya saja hanya sebanyak 500 ribu penduduk. Jika dibandingkan dengan Depok, Jawa Barat, populasi Cape Verde gak sampai setengahnya!
Bahkan beberapa pemain yang tampil di putaran final Piala Dunia 2026 bersama skuad Cape Verde bukan memiliki pekerjaan lain selain jadi pesepakbola profesional.
Meski negara kecil dan berpenduduk sedikit, Cape Verde benar-benar berhasil membuat pecinta sepak bola kian menghormati negara yang terletak di Afrika Barat tersebut.
4. Gak Pernah Kalah dalam 90 Menit Pertandingan
Hal unik lainnya yang dicatatkan oleh Cape Verde adalah fakta bahwa mereka tidak pernah merasakan kekalahan selama 90 menit pertandingan di Piala Dunia 2026!
Cape Verde sendiri berhasil lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 dengan torehan 3 poin hasil dari tiga laga imbang kontra Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
Bahkan saat melawan Argentina yang notabene-nya juara bertahan, Cape Verde baru akhirnya merasakan kekalahan saat babak extra time dilangsungkan dengan skor akhir 3-2!
Nah, berikut adalah serangkaian 'anomali' yang dilakukan oleh Cape Verde di Piala Dunia 2026. Semoga mereka bisa kembali tampil pada putaran final Piala Dunia 2030!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda