Ilustrasi Olahraga Voli (sports.inquirer.net)
INDOZONE.ID - Dunia olahraga internasional menyimpan banyak kisah menarik tentang bagaimana sebuah permainan besar bisa lahir dari ide yang sangat sederhana.
Pada akhir abad ke-19, kebutuhan akan aktivitas fisik yang lebih ramah bagi semua kalangan menjadi pemicu lahirnya sebuah cabang olahraga baru yang kini digemari jutaan orang yaitu olahraga voli
Siapa sangka, permainan yang awalnya diciptakan untuk menghindari kontak fisik yang terlalu keras ini sekarang telah bertransformasi menjadi salah satu kompetisi paling dinamis di dunia.
Jika kamu ingin tahu bagaimana perjalanan panjang olahraga ini dari masa ke masa, mari kita bahas mengenai sejarah dari olahraga voli ini.
Baca juga: Masa Bergeser, Kylian Mbappe vs Erling Haaland di Piala Dunia 2026: Siapa Paling Tajam?
Kisah ini bermula pada tahun 1895 ketika seorang pria bernama William G. Morgan menciptakan sebuah permainan alternatif di Massachusetts, Amerika Serikat.
Sebagai direktur fisik di Young Men’s Christian Association (YMCA) Holyoke, ia ingin memfasilitasi orang-orang yang menganggap olahraga basketball terlalu melelahkan dan penuh benturan fisik.
Melalui pemikiran kreatifnya, ia mulai merancang sebuah aktivitas yang lebih aman namun tetap menantang untuk dimainkan di dalam ruangan.
Dalam proses kreatifnya, William G. Morgan mengombinasikan berbagai elemen terbaik dari cabang olahraga yang sudah ada saat itu.
Baca juga: Jurgen Klopp Terbuka untuk Latih Timnas Jerman
Ia mengambil konsep bola dari basketball, jaring penengah dari tennis, serta teknik penggunaan tangan dari olahraga handball.
Tidak ketinggalan, sistem babak atau innings yang kemudian kita kenal sebagai set diadopsi secara cerdas dari permainan baseball untuk memberikan nuansa kompetitif.
Pada awalnya, olahraga baru yang unik ini diperkenalkan kepada publik dengan nama mintonette.
Setahun setelah diciptakan, William G. Morgan mempresentasikan permainan ini dalam konferensi direktur fisik YMCA di Springfield College.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Olympics.com