Logo DFB, Asosiasi Sepak Bola Jerman. (REUTERS/Thorsten Wagner)
INDOZONE.ID - Polisi merangsek ke kantor Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Rabu (1/7/2028) waktu setempat. Sebanyak 150 penyelidik melakukan penggeledahan untuk menginvestigasi dugaan kasus suap saat penyelenggaraan Euro 2024 di Jerman.
Penegak hukum mengendus dugaan "perlakuan istimewa yang terstruktur" dalam distribusi tiket Euro 2024 ke para "tamu istimewa".
"Tiket sepak bola bukanlah bagian dari gaji. Siapa pun di layanan publik yang mengharapkan suap akan kami datangi" kata Menteri Dalam Negeri untuk Negara Bagian North Rhine-Westphalia (NRW).
Ia menekankan pentingnya kepercayaan dalam penyelenggaraan kejuaran sekaliber Kejuaraan Eropa.
Baca juga: Pemain Sepakbola yang Pakai Kacamata, Siapa Saja?
"Kami tidak akan membiarkan kepercayaan ini dirusak oleh beberapa undangan dan tiket," tambahnya.
Penyelidikan mengerucut ke seorang warga negara Jerman berusia 66 tahun dan seorang warga negara Prancis berusia 46 tahun.
Keduanya diduga terlibat distribusi tiket dan undangan akomodasi ke sejumlah hotel secara ilegal.
Warga negara Prancis yang sedang diselidiki disebut bertanggung jawab berhubungan dengan kota-kota yang menjadi tuan rumah pertandingan.
Baca juga: Jika Ingin Juara Piala Dunia 2026, Ronaldo cs Diprediksi Harus Taklukkan Lima Tim Kuat Ini
Ia ditengarai mengundang para kepala kantor Euro 2024 menonton partai-partai akbar yang digelar.
Selain markas DFB, operasi juga dilakukan di seluruh Jerman. Polisi bergerak ke Gelsenkirchen, Dortmund, Düsseldorf, Cologne, Hamburg, Berlin, Frankfurt, Stuttgart, dan Munich.
Kantor DFB sendiri merupakan basis perusahaan Euro 2024 GmbH yang didirikan khusus untuk penyelenggaraan turnamen tersebut.
Penggeledahan DFB terjadi hanya beberapa hari setelah Timnas Jerman takluk dari Paraguay lewat adu pinalti di Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mirror Football, DW