Profil Ebenezer Cobb Morley. (AI/ChatGPT)
INDOZONE.ID - Nama Ebenezer Cobb Morley tidak akrab bagi para pencinta sepak bola. Padahal, ia disebut sebagai Bapak Sepak Bola Modern karena jasa dan kontribusinya.
Sebelum campur tangan Ebenezer Cobb Morley, sepak bola adalah olahraga yang lebih keras dan brutal.
Ilustrasi sepak bola (Freepik.com/jcomp)
Selain praktiknya yang lebih keras, ada kekacauan dalam sepak bola perihal struktur manajemen, kompetisi, dan aturan permainan berbeda satu sama lain.
Ebenezer Cobb Morley pun meletakkan pemikiran fundamental dalam perubahan sepak bola sebagai olahraga.
Baca juga: Markas Asosiasi Sepak Bola Jerman Digeledah terkait Dugaan Suap Euro 2024
Ia berjasa dalam pendirian Football Association (FA), yang merupakan asosiasi sepak bola tertua. Selain itu, ia pun memiliki peran dalam 13 aturan sepak bola yang mengubah olahraga ini jadi permainan indah.
Lantas, siapa sih Ebenezer Cobb Morley? Yuk, simak penjelasan selengkapnya!
Ebenezer Cobb Morley lahir di Yorkshire, Inggris utara, pada 16 Agustus 1831. Ia merupakan pengacara dengan kecintaan terhadap olahraga dayung.
Kecintaan Ebenezer Cobb Morley terhadap olahraga dayung membuahkan pendirian Barnes and Mortlake Regatta. Ia mendirikannya saat pindah ke London pada usia 27 tahun.
Meski cinta pada olahraga dayung, nama Ebenezer Cobb Morley justru harum di sepak bola. Sebelum berkontribusi secara nyata, ia lebih dulu bergabung dengan klub Barnes saat berada di London.
Morley yang jadi kapten klub pada 1863, membeberkan pemikirannya dengan mengirim surat kepada koran Bell’s Life. Surat itu berisi usulan yang membuahkan badan pengatur sepak bola.
Usulan Ebenezer Cobb Morley berujung pada pertemuan antara perwakilan klub lain di Freemasons’ Tavern, London, pada 1863. Pertemuan itu menelurkan FA.
Di lokasi pertemuan tersebut, ada plakat warisan berwarna biru yang menyatakan, “permainan sepak bola modern lahir pada hari ini, 26 Oktober 1863.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TIME