INDOZONE.ID - Olahraga atletik adalah salah satu cabang olahraga tertua dan paling mendasar di dunia yang mencakup berbagai kegiatan fisik seperti lari, lompat, dan lempar.
Cabang ini sering dijuluki sebagai “ibu dari semua olahraga” karena hampir setiap jenis olahraga lainnya mengandung unsur-undur dasar yang ada dalam atletik.
Sejarah Awal dan Perkembangan Atletik menjadi wawasan krusial untuk memahami bagaimana aktivitas fisik ini berevolusi menjadi olahraga terorganisir yang mendunia.
Meskipun catatan pasti mengenai masa-masa awal atletik sangat minim, peradaban Mesir dan Asia diketahui telah mendorong aktivitas ini berabad-abad sebelum era Masehi.
Baca juga: Maaf Cristiano Ronaldo, Lionel Messi Bawa Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Di Irlandia, festival Lugnasad menggelar Tailteann Games yang melibatkan berbagai aktivitas trek dan lapangan, sementara Olimpiade kuno di Yunani berlangsung selama 11 abad khusus untuk pria, yang kemudian mendorong kaum wanita Yunani membentuk kompetisi mereka sendiri bernama Heraea Games.
Seiring berjalannya waktu, olahraga atletik modern lahir dan tumbuh matang di Inggris, yang mana lapangan latihannya pertama kali didirikan di London pada tahun 1154, sempat dilarang oleh Raja Edward III pada abad ke-14, lalu dihidupkan kembali seabad kemudian oleh Henry VIII yang dikenal mahir dalam lempar martil.
Setelah membahas terkait sejarah dan pengertiannya, mari kita bahas mengenai jenis jenis dari cabang atletik itu sendiri.
Jenis-jenis Nomor Perlombaan Olahraga Atletik
Lari dan Jalan Cepat
Cabang ini diperhitungkan sebagai kategori lintasan yang paling populer dan menuntut manajemen ritme serta energi yang matang.
Baca juga: Disingkirkan Argentina di Babak 16 Besar, Pelatih Mesir Merasa Timnya Dicurangi Wasit
Kamu bisa memilih draf nomor sprint (100m, 200m, 400m) untuk melatih kecepatan maksimal, lari jarak menengah (800m, 1500m), atau lari jarak jauh hingga maraton (42,195 km) demi menguji ketahanan fisik dan mental.
Selain itu, terdapat lomba tim seperti lari estafet (4x100m dan 4x400m) yang mengandalkan perpindahan tongkat, serta jalan cepat kompetitif yang mewajibkan satu kaki selalu menyentuh tanah dan berbeda dengan lari karena kedua kaki tidak boleh melayang bersamaan di udara.
Lompat
Cabang ini harus kamu agendakan dalam sesi latihan khusus untuk melatih ketangkasan serta kekuatan daya ledak otot kaki saat melakukan tolakan vertikal maupun horizontal.
Pada nomor lompat jauh, fokus utamanya adalah berlari menuju papan tolakan kemudian melompat sejauh mungkin ke dalam bak berisi pasir.
Baca juga: Striker Mesir Kecam Wasit di Laga Versus Argentina: Laga Mungkin Sudah Diatur!
Sementara untuk draf nomor lompat tinggi dan lompat galah yang menggunakan bantuan bilah panjang, kamu dituntut menguasai draf teknik melewati palang rintangan pada ketinggian tertentu tanpa menjatuhkannya.
Lempar
Cabang ini bisa kamu capai dengan mengombinasikan kekuatan otot lengan, teknik putaran, dan koordinasi draf tubuh yang presisi agar bisa melemparkan objek sejauh mungkin.
Kategori ini menyediakan beberapa pilihan alat dengan karakteristik draf teknik pelepasan yang sangat spesifik, mulai dari lempar lembing yang menggunakan tombak ringan, hingga lempar cakram berbentuk piringan logam.
Bagi kamu yang memiliki keunggulan pada draf kekuatan dorongan murni, draf nomor tolak peluru yang menggunakan bola logam berat menjadi draf alternatif yang sangat menantang untuk ditekuni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica.com