Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 JULI 2026 • 14:30 WIB

Mengulik Pengertian Lari 100 Meter, Berikut ini Penjelasan, Teknik dan Aturannya

Mengulik Pengertian Lari 100 Meter, Berikut ini Penjelasan, Teknik dan AturannyaIlustrasi lari jarak pendek (Pexels)

INDOZONE.ID - Lari 100 meter merupakan lari jarak pendek, biasanya lari jarak pendek sendiri merupakan semua nomor lari yang dilakukan dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh.

Biasanya lari jarak pendek sendiri dilombakan dalam kategori 100 meter, 200 meter hingga 400 meter. Lain halnya dengan lari jarak jauh yang harus menempuh jarak 3 kilometer hingga 10 kilometer.

Tak hanya itu saja, lari jarak pendek harus dilakukan dengan kekuatan penuh mulai dari garis start hingga garis finish. Dalam sebuah kejuaraan seperti olimpiade atau kejuaraan atletik, pemenang dari cabang olahraga tersebut ditentukan dari catatan waktu tercepat.

Meskipun jarak yang ditempuh cukup pendek, tetapi kalian perlu memperhatikan teknik-teknik untuk melakukan lari jarak pendek. 

Pada artikel ini, tim INDOZONE akan memberikan teknik-teknik dasar dalam melakukan lari jarak pendek sebagaimana yang dilansir dari buku Dasar-dasar Atletik. Yuk simak!

Baca juga: IShowSpeed Dapat Serangan Rasis dari Suporter Argentina di Stadion, FIFA Lakukan Investigasi

Teknik-teknik Lari Jarak Pendek

1. Teknik Start

Menurut Purnomo (2007:23) dalam buku Dasa-dasar Atletik, seorang pelari harus melakukan persiapan awal sebelum berlari atau dikenal dengan istilah start, yang tujuan utamanya adalah untuk mengoptimalkan pola lari cepat.

Terdapat 3 jenis teknik start dalam lari jarak pendek yaitu start pendek (bunch start), start menengah (medium start) dan start panjang (long start).

2. Teknik Lari

Teknik lari biasanya digunakan oleh seorang pelari untuk mengerahkan kekuatan dan kecepatan dengan teknik lari yang dipelajari. Ada dua tahapan dalam berlari cepat yaitu:

Baca juga: Disingkirkan Argentina di Babak 16 Besar, Pelatih Mesir Merasa Timnya Dicurangi Wasit

Fase Topang

Fase Topang sendiri terdiri dari topang dan dorong. Caranya dilakukan dengan mendarat pada telapak kaki, lutut kaki topang bengkok harus minimal di saat amortisasi, kaki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat saat bertopang. Lalu, kaki harus diayunkan naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.

Fase Layang

Fase layang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan, cara untuk melakukan fase ini yaitu:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: E-Book Dasar Dasar Atletik

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengulik Pengertian Lari 100 Meter, Berikut ini Penjelasan, Teknik dan Aturannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!