Kamis, 09 JULI 2026 • 17:20 WIB

Apa yang Terjadi jika Laga Sepak Bola Dibatalkan? Ini Regulasi Lengkapnya

Author

Ilustrasi pertandingan yang di batalkan (footballcollective.org.uk)

INDOZONE.ID - Menikmati keseruan pertandingan di atas lapangan hijau selalu menyajikan drama perebutan poin yang kompetitif, di mana laga umumnya akan berakhir dengan kemenangan, hasil imbang, atau kekalahan.

Namun, dalam beberapa kasus yang sangat langka terjadi di dunia sepak bola, sebuah laga bisa saja terhenti di tengah jalan sebelum peluit panjang ditiupkan.

Supaya kamu tahu bagaimana otoritas kompetisi mengatasi situasi darurat ini dan apa dampak hukumnya bagi poin tim, mencermati regulasi di balik pembatalan laga ini adalah langkah awal yang sangat tepat.

Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai penyebab pertandingan sepak bola dihentikan.

Baca juga: Didier Deschamps Gak Masalah FIFA Tunjuk Wasit Argentina untuk Pimpin Laga Prancis Kontra Maroko

Penyebab Pertandingan Sepak Bola Dihentikan?

Penyebab Utama Penghentian Laga

Menjadi faktor penentu pertama yang mendasari keputusan wasit untuk menghentikan jalannya permainan yang sedang berlangsung.

Sebuah pertandingan sekali dalam gerhana bisa dihentikan akibat kondisi cuaca ekstrem, cedera parah, serangan penyakit mendadak pada pemain atau suporter, hingga kerusakan struktural pada fasilitas stadion.

Selain faktor teknis, ancaman kekerasan, pelecehan rasial di tribun (seperti kasus laga kualifikasi Euro 2020 antara Inggris dan Bulgaria), hingga adanya invasi penonton ke dalam area lapangan juga menjadi dasar kuat bagi wasit untuk menghentikan laga demi melindungi keselamatan para peserta.

Regulasi Resmi FA dan FIFA

Wajib kamu pahami sebagai dasar hukum yang mengatur konsekuensi logis dari sebuah pertandingan yang batal diselesaikan. 

Baca juga: Top Skor Piala Dunia 2026 Jelang 8 Besar: Messi Memimpin, Dibayangi Mbappe dan Haaland

Menurut aturan asosiasi sepak bola Inggris (FA), jika kesejahteraan peserta terancam oleh kekerasan atau risiko cedera yang berkelanjutan, wasit memiliki wewenang penuh untuk membatalkan pertandingan.

Sementara itu, regulasi dari FIFA menyatakan bahwa jika laga berhenti sebelum menit ke-75, pertandingan biasanya akan dijadwalkan ulang untuk dimainkan secara keseluruhan.

Namun, jika penghentian terjadi setelah menit ke-75, badan pengatur kompetisi memiliki hak untuk menentukan apakah laga harus diulang atau langsung mengesahkan skor yang ada saat penghentian terjadi.

Kasus Insiden di Lapangan 

Hal ini memberikan gambaran bahwa pembatalan pertandingan bukan sekadar teori, melainkan kejadian nyata yang bahkan menimpa klub di level atas Eropa.

Baca juga: MU Dapat Sinyal Positif soal Transfer Aurelien Tchouameni

Contohnya terlihat pada laga panas antara Sampdoria melawan Salernitana di babak playoff degradasi Serie B, di mana Sampdoria sudah unggul agregat 4-0.

Akibat rasa frustrasi melihat timnya tertinggal, suporter tuan rumah (Salernitana) mulai mengamuk dan melemparkan suar, petasan, hingga kursi ke arah lapangan.

Setelah sempat mencoba melanjutkan permainan, wasit akhirnya memutuskan untuk menghentikan pertandingan secara permanen pada menit ke-65 karena situasi keamanan yang semakin tidak terkendali.

Tindakan tegas wasit dalam meniup peluit penghentian total lebih condong pada aspek perlindungan psikologis serta jaminan keamanan nyawa dari ancaman anarkisme massa.

Perbedaan fokus titik kendali yang kontras ini menunjukkan bahwa hukum sepak bola selalu menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan bisnis komersial pertandingan.

Oleh karena itu, ketelitian pengawas pertandingan dalam menilai kelayakan stadion menjadi taktik utama yang sangat menentukan kelancaran jadwal musim kompetisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Footballpark.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU