Ilustrasi pertandingan yang di batalkan (footballcollective.org.uk)
INDOZONE.ID - Menikmati keseruan pertandingan di atas lapangan hijau selalu menyajikan drama perebutan poin yang kompetitif, di mana laga umumnya akan berakhir dengan kemenangan, hasil imbang, atau kekalahan.
Namun, dalam beberapa kasus yang sangat langka terjadi di dunia sepak bola, sebuah laga bisa saja terhenti di tengah jalan sebelum peluit panjang ditiupkan.
Supaya kamu tahu bagaimana otoritas kompetisi mengatasi situasi darurat ini dan apa dampak hukumnya bagi poin tim, mencermati regulasi di balik pembatalan laga ini adalah langkah awal yang sangat tepat.
Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai penyebab pertandingan sepak bola dihentikan.
Baca juga: Didier Deschamps Gak Masalah FIFA Tunjuk Wasit Argentina untuk Pimpin Laga Prancis Kontra Maroko
Menjadi faktor penentu pertama yang mendasari keputusan wasit untuk menghentikan jalannya permainan yang sedang berlangsung.
Sebuah pertandingan sekali dalam gerhana bisa dihentikan akibat kondisi cuaca ekstrem, cedera parah, serangan penyakit mendadak pada pemain atau suporter, hingga kerusakan struktural pada fasilitas stadion.
Selain faktor teknis, ancaman kekerasan, pelecehan rasial di tribun (seperti kasus laga kualifikasi Euro 2020 antara Inggris dan Bulgaria), hingga adanya invasi penonton ke dalam area lapangan juga menjadi dasar kuat bagi wasit untuk menghentikan laga demi melindungi keselamatan para peserta.
Wajib kamu pahami sebagai dasar hukum yang mengatur konsekuensi logis dari sebuah pertandingan yang batal diselesaikan.
Baca juga: Top Skor Piala Dunia 2026 Jelang 8 Besar: Messi Memimpin, Dibayangi Mbappe dan Haaland
Menurut aturan asosiasi sepak bola Inggris (FA), jika kesejahteraan peserta terancam oleh kekerasan atau risiko cedera yang berkelanjutan, wasit memiliki wewenang penuh untuk membatalkan pertandingan.
Sementara itu, regulasi dari FIFA menyatakan bahwa jika laga berhenti sebelum menit ke-75, pertandingan biasanya akan dijadwalkan ulang untuk dimainkan secara keseluruhan.
Namun, jika penghentian terjadi setelah menit ke-75, badan pengatur kompetisi memiliki hak untuk menentukan apakah laga harus diulang atau langsung mengesahkan skor yang ada saat penghentian terjadi.
Hal ini memberikan gambaran bahwa pembatalan pertandingan bukan sekadar teori, melainkan kejadian nyata yang bahkan menimpa klub di level atas Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Footballpark.com