Christian Horner (sumber: Crash.net.)
INDOZONE.ID - Dunia Formula 1 lagi-lagi dihebohkan dengan drama level sinetron. Kali ini, pusat perhatiannya adalah Christian Horner, mantan tim prinsipal legendaris Red Bull Racing yang dipecat pada bulan Juli lalu.
Setelah 20 tahun memimpin tim, kepergiannya jadi salah satu plot twist terbesar musim ini. Gosipnya, Horner nggak akan lama-lama nganggur dan siap comeback ke paddock F1.
Nggak cuma itu, yang bikin cerita ini makin panas adalah komentar dari rival bebuyutannya, Zak Brown, CEO McLaren Racing.
Dulu, Zak Brown adalah salah satu orang yang paling vokal menyambut kepergian Horner. Tapi sekarang? Nada bicaranya berubah 180 derajat. Waduh, kok bisa gitu? Yuk, kita bedah!
Baca juga: Pecat Graham Potter, West Ham United Tunjuk Nuno Espirito Santo Jadi Pelatih Baru
Sebelum kita bahas omongan Zak Brown, mari kita recap dulu situasi Christian Horner. Setelah drama internal yang panjang, Horner resmi meninggalkan Red Bull awal bulan ini.
Tapi jangan salah, dia nggak pergi dengan tangan kosong. Kabarnya, Horner dapet pesangon super fantastis senilai 80 juta Euro, atau sekitar 1,7 triliun Rupiah. Bukan maen, dah!
Kesepakatan pesangon itu juga memperbolehkan dia untuk kembali ke dunia F1 sebelum musim panas tahun depan.
Nggak heran, namanya langsung dikait-kaitkan dengan beberapa tim seperti Alpine, Aston Martin, dan Haas.
Potensi kembalinya salah satu figur paling berpengaruh ini jelas bikin paddock F1 makin memanas.
Baca juga: Harry Kane Bisa Tinggalkan Bayern Munchen Lewat Klausul Kontrak Rahasia, Kembali ke Premier League?
Di tengah ramainya rumor, Zak Brown yang dulu sering terlibat "perang kata-kata" dengan Horner, tiba-tiba memberikan komentar yang sangat diplomatis dan kalem dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.
Alih-alih menyindir, Brown justru mengakui kehebatan karir Horner.
"Saya rasa dia punya karir yang luar biasa di Formula 1. Hasilnya adalah banyak gelar juara dunia pembalap dan konstruktor," kata Brown.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bloomberg