Chelsea Resmi Beli Joao Pedro 50 Juta Pounds, Apa yang Bisa Ia Tawarkan untuk Lini Depan The Blues?
INDOZONE.ID - Satu lagi pemain dari Brighton, yaitu Joao Pedro, akan berseragam Chelsea di musim depan. Joao Pedro datang ke Chelsea dengan biaya transfer 50 juta pounds dan akan dikontrak selama tujuh tahun hingga 2032.
Joao Pedro akan menjadi pemain keempat yang datang dari Brighton dalam 3 tahun terakhir. Sebelumnya Marc Cucurella, Moises Caicedo, dan Robert Sanchez terlebih dahulu bergabung bersama The Blues.
Joao Pedro menambah sesak daftar penyerang yang berada di Chelsea. Saat ini total terdapat 8 penyerang diantaranya Liam Delap, Nicloas Jackson, Christoper Nkunku, Joao Felix, Raheem Sterling, Marc Guiu, Armando Broja, dan David Datro Fofana.
Bahkan Joao Pedro bukan nama penyerang terakhir yang akan datang ke Stamford Bridge, karena Jamie Gittens dari Borussia Dortmund dan Estevao dari Palmeiras juga akan bergabung dengan Chelsea.
Lantas apa yang bisa ditawarkan oleh penyerang Brasil berusia 23 tahun yang terkenal dengan kerja keras, kreativitas dan tenang di depan gawang tersebut untuk Chelsea di musim depan?
Baca juga: Malaysia MotoGP 2025 Sasar 13 Ribu Fans Balap dari Indonesia, Mario Aji Jadi Magnet
Terkenal Sebagai Raja Penalti
Sejak bermain di Inggris bersama Watford dan Brighton, Joao Pedro telah berhasil mencetak 18 dari 19 kesempatan penalti yang diambil dengan akurasi mencapai 94%.
Tendangan penalti Joao Pedro terbilang unik karena menggunakan kaki samping yang membuat sebagian besar kiper bergerak sebaliknya.
Bukan hanya pandai mengeksekusi penalti, Joao Pedro juga aktor di balik terjadinya penalti. Ia biasa menyusup masuk ke kotak penalti untuk memancing bek lawan menjatuhkannya di kotak terlarang.
Hal ini sejalan dengan statistik Joao Pedro sebagai pemain. Ia menghasilkan penalti terbanyak kedua setelah Striker Bournemouth, Evanilson.
Bahkan jika dihitung sejak musim pertamanya bersama Brighton, Joao Pedro telah menghasilkan total 10 kali penalti, menjadikannya yang terbanyak di Liga Inggris.
Baca juga: Calvin Verdonk Dirumorkan Negosiasi dengan FC Utrecht, Ini Kata Sang Agen
Pemberi Assist yang Cerdik
Di tangan pelatih Brighton Fabian Hurzeler, Joao Pedro menjadi sosok yang lincah. Dia sering berpindah posisi di depan hingga melebar ke sisi lapangan untuk melakukan tekanan.
Tidak hanya sekadar striker yang menunggu di kotak penalti, Joao Pedro juga piawai memberi ruang kepada pemain sayap dan gelandang serang Brighton.
Tak jarang Mitoma dan Rutter bisa berlari cepat masuk ke kotak penalti lawan lantaran ruang yang tercipta.
Catatan enam assist Joao Pedro musim lalu di Liga Inggris dihasilkan melalui permainan satu-dua yang cerdas dan cekatan melalui umpan pendek.
Sebagai contoh, di pertandingan melawan Southampton di St Mary Stadium, permainan satu-dua menghasilkan gol untuk Mitoma.
Selain itu, acap kali Joao Pedro memberikan umpan terobosan yang membahayakan kepada Kaoru Mitoma dan Matt O’Riley di pertandingan melawan Bournemouth dan Manchester City. Joao Pedro tampil seperti penuh dengan imajinasi.
Permainan terbuka yang diterapkan oleh Fabian Hurzeler membuatnya menjadi striker yang sering menghasilkan peluang. Total terdapat 30 created chances yang dihasilkan oleh pemain Brasil berusia 23 tahun tersebut.
Baca juga: Masalah Kepemilikan Ganda dengan Lyon, Crystal Palace Terancam Gagal Bermain di Liga Eropa
Joao Pedro Pemain yang Bekerja Keras
Bermain di bawah asuhan Fabian Hurzeler membuat Joao Pedro terbiasa bekerja keras dan mengandalkan fisik.
Joao Pedro terus bergerak dan melakukan tekanan sejak di pertahanan lawan.
Selain mencetak gol, Joao pedro juga merupakan pemain dengan statistik bagus dalam menekan di sepertiga akhir pertahanan lawan. Ia pun tak ragu membantu pertahanan saat kehilangan bola sejak di pertahanan lawan.
Baca juga: Klasemen Sementara Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026, Ini Posisi Timnas Putri Indonesia!
Bisakah Joao Pedro Mencetak Banyak Gol di Chelsea?
Joao Pedro musim lalu mencetak 10 gol dan 6 assist dari 27 pertandingan yang dijalani.
Sayangnya cedera membuatnya tidak mencatatkan lebih banyak gol lagi di musim 2024/2025.
Joao Pedro sebenarnya lebih nyaman bermain di belakang striker karena fungsinya sebagai penghubung satu-dua dengan striker, winger, dan gelandang serang.
Akan tetapi karena Brighton mengalami krisis striker, dia terus ditempatkan sebagai penyerang depan.
Salah satu kelemahan Chelsea di musim lalu adalah menurunnya performa Cole Palmer karena kurangnya pemain yang bisa melakukan umpan satu-dua untuk menciptakan peluang.
Menarik ditunggu apakah Palmer bisa bekerja sama dengan Joao Pedro untuk saling membuka ruang dan menyelesaikan peluang menjadi gol.
Salah satu kelemahan Joao Pedro ialah kurangnya mendapatkan peluang dan mencetak gol di kotak penalti. Bila masalah ini diatasi, mungkin Joao Pedro akan menjadi ancaman bagi klub Inggris lain di musim 2025/2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Premierleague.com