INDOZONE.ID - Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, menegaskan pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing tidak terganggu, oleh penonaktifan pelatih kepala, Hendra Basir, terkait dugaan pelecehan seksual kepada atlet.
Dia mengungkapkan, sejatinya masa jabatan Hendra juga akan berakhir pada 28 Februari 2026, sehingga apapun hasil dari tim pencari fakta (TPF) terkait kasus tersebut, yang bersangkutan memang tidak akan lagi menjadi pelatih kepala untuk ke depannya.
"Kasus tersebut telah ditangani oleh para pihak yang memang berkompeten, sedangkan persiapan untuk Asian Games 2026, kami berusaha keras agar masalah itu tidak berdampak kepada tim atau para atlet," kata Wahyu, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Veddriq Leonardo, Atlet Panjat Tebing yang Mengubah Sejarah Indonesia di Olimpiade
Lebih lanjut dia mengungkapkan, FPTI juga telah melakukan seleksi guna menyusun daftar pelatih tim panjat tebing Indonesia untuk masa kerja yang baru. Berdasarkan surat keputusan (SK) organisasi terkait tim pelatih panjat tebing Indonesia yang terbaru, Hendra juga tidak lagi tercantum sebagai pelatih.
Oleh sebab itu, dipastikan tidak akan ada gangguan berarti dalam proses pelatnas sampai saat ini, karena sistem berjalan seperti biasa.
"Nanti tanggal 3 Maret, para atlet pelatnas sudah di bawah tim kepelatihan yang baru dan mulai berlatih untuk menghadapi Kualifikasi Asian Games 2026," ujar Sekum FPTI tersebut.
Pristiawan menyatakan dirinya secara pribadi tengah fokus untuk melakukan konsolidasi di internal tim panjat tebing. Sementara untuk penyelesaian masalah hukum yang melibatkan Hendra Basir, akan dilakukan oleh TPF dan Harry Pontoh selaku Kepala Bidang Organisasi dan Hukum.
Baca juga: Tim Panjat Tebing Putri Gagal Sumbang Medali untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Penonaktifan Hendra Basir sebagai pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia merupakan buntut dari adanya laporan terkait dugaan pelecehan seksual, hingga kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet.
Berdasarkan laporan dalam isi Surat Keputusan (SK) FPTI, disebutkan bahwa sebanyak delapan atlet melakukan pengaduan kepada Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid.
Delapan atlet itu melaporkan bahwa mereka mendapatkan perlakuan tak menyenangkan berupa pelecehan seksual hingga kekerasan fisik.
Pada peristiwa yang terjadi pada 28 Januari 2026, FPTI un merespons hal itu dengan mengeluarkan keputusan untuk menonaktifkan sementara Hendra Basir sebagai pelatih kepala. Itu dilakukan demi menjamin perlindungan para atlet hingga menjaga objektivitas proses pemeriksaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara