Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 15:24 WIB

Fenomena Pelari Kalcer: Bentuk Eksistensi Diri yang Lebih dari Olahraga

Fenomena Pelari Kalcer: Bentuk Eksistensi Diri yang Lebih dari OlahragaIlustrasi pelari kalcer. (INDOZONE/Victor Median)

INDOZONE.ID - Lari yang dulu kerap disebut sebagai olahraga termudah dan termurah, kini sudah naik level. Bahkan, kini muncul istilah pelari kalcer yang menjadi perbincangan hangat, terutama di antara Milenial dan Gen Z.

Meski tetap dapat dilakukan tanpa harus keluar banyak biaya, lari kini jadi sebuah cara untuk menunjukkan eksistensi diri.

Fenomena Pelari Kalcer: Bentuk Eksistensi Diri yang Lebih dari OlahragaPelari Borobudur Marathon. (Ist)

Eksistensi diri itu tercermin dari istilah pelari kalcer. Istilah itu merujuk pada pelari yang amat memperhatikan gaya berpakaian, bersepatu, dan berbagai perlengkap hingga peralatan untuk berlari.

Terinspirasi dari fenomena tersebut, komika Sastra Silalahi bersama Mamang Kesbor mengeluarkan lagu berjudul “Pelari Kalcer” pada tahun lalu.

Baca juga: Kapan Waktu Ideal Olahraga Lari Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Salah satu penggalan liriknya menggambarkan bagaimana pelari kalcer lebih mementingkan gaya ketimbang kecepatannya.

“Panggil aku pelari konten. Gapapa pace keong yang penting gayaku paten.”

Saat berolahraga, para pelari kalcer biasanya mengabadikan momen itu dengan mengunggahnya ke media sosial (medsos) masing-masing.

Tak ayal, lari telah naik kelas bagi para pelari kalcer. Lebih dari sekadar olahraga, lari kini jadi gaya hidup yang keren bagi Milenial dan Gen Z.

Fenomena pelari kalcer menunjukkan ada perubahan di masyarakat. Sudut pandang masyarakat terhadap lari telah berbeda karena mulai terkait dengan perilaku konsumtif.

Seseorang yang dikategorikan pelari kalcer, membentuk identitas dengan simbol visual, konsumsi barang, serta partisipasi dalam komunitas.

Eksistensi dan Ruang Sosial Pelari

Para pelari kalcer menjadikan olahraga lari untuk menunjukkan dirinya, baik di kehidupan nyata maupun dunia digital.

Aktivitas lari di ruang publik menciptakan pengalaman kolektif yang mengandung makna eksistensial. Lari jadi bentuk mengklaim ruang publik, yakni tubuh mengambil alih tempat yang biasa digunakan kendaraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan, Unesa, Jurnal Ilmiah Multidisipliner

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fenomena Pelari Kalcer: Bentuk Eksistensi Diri yang Lebih dari Olahraga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!