Pelatih Belgia, Rudi Garcia (X @TheTouchlineX)
INDOZONE.ID - Pelatih Belgia, Rudi Garcia, beri sindiran menohok kepada FIFA. Hal itu setelah timnya bantai Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia 2026, pada Selasa, (7/7/2026) pagi WIB.
Bertanding di Seattle Stadium, Belgia berhasil melaju ke babak perempat final setelah mempermak tim tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1.
Pada pertandingan tersebut, keempat gol kemenangan Amerika Serikat dicetak melalui brace Charles De Ketelaere, Hans Vanaken dan Romelu Lukaku.
Sementara itu, satu-satunya gol The Yanks tercipta melalui tendangan bebas Malik Tillman.
Kekalahan telak Amerika Serikat atas Belgia, tentunya menjadi pukulan tersendiri bagi tim besutan Mauricio Pochettino.
Sebab, mereka harus mengubur mimpi timnya untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 yang digelar di rumah sendiri.
Baca juga: Setelah Dipecat Liverpool, Kini Arne Slot Jadi Kandidat Pelatih Timnas Belanda
Sementara itu, kemenangan atas Amerika Serikat sangatlah berarti bagi Belgia. Sebab, mereka berhasil melaju ke babak perempat final setelah pada edisi sebelumnya langkah mereka hanya terhenti di fase grup.
Setelah kemenangan telak atas Amerika Serikat, pelatih Belgia Rudi Garcia menegaskan, keadilan akan selalu menjadi pemenang di atas lapangan.
Pernyataan menohok dari pelatih berusia 62 tahun itu, merujuk pada kontroversi sebelum pertandingan. FIFA sebelumnya memutuskan untuk menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun, agar bisa tampil di laga kontra Belgia.
Keputusan aneh tersebut diambil karena diduga adanya intervensi dari presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Semua yang bisa saya katakan adalah sepak bola menang atas politik hari ini. Sepak bola adalah permainan yang indah, dan saya benci melihat beberapa orang yang memiliki kekuasaan merusaknya," ujar Rudi Garcia yang dilansir dari Al Jazeera, pada Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Amerika Serikat Dibantai Belgia di Babak 16 Besar, Mauricio Pochettino Bungkam soal Masa Depannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera