Presiden FIFA, Gianni Infantino. (REUTERS/Lisi Niesner)
INDOZONE.ID - Puluhan anggota parlemen Uni Eropa kabarnya mulai mempertimbangkan untuk menginvestigasi presiden FIFA Gianni Infantino atas keterlibatannya untuk mengizinkan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun bermain meskipun sebelumnya mendapatkan kartu merah pada laga kontra Bosnia di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Diketahui, Balogun mendapatkan kartu merah dalam kemenangan Amerika Serikat atas Bosnia di babak 32 besar. Hukuman kartu itu biasanya membuat pemain tidak memenuhi syarat untuk bermain di pertandingan berikutnya.
Akan tetapi, jelang laga melawan Belgia, FIFA tiba-tiba mencabut hukuman kartu merahnya setelah Donald Trump diduga menelpon Infantino agar penyerang berusia 25 tahun itu bisa bermain.
Dari hal itulah, anggota parlemen Eropa Barry Andrews, Lara Wolters dan Niels Fuglsang mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa keputusan FIFA untuk mengubah aturan tentang skorsing kartu merah di tengah turnamen merupakan aib.
"Sekali lagi, kita telah melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump," bunyi pernyataan anggota parlemen Uni Eropa sebagaimana yang dilansir dari ESPN pada Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Striker Mesir Kecam Wasit di Laga Versus Argentina: Laga Mungkin Sudah Diatur!
Presiden FIFA, Gianni Infantino (Instagram @gianni_infantino)
Dari kasus tersebut membuat para anggota parlemen meminta asosiasi sepak bola negara-negara Eropa untuk mendorong komite FIFA untuk menyelidiki Gianni Infantino dan apakah tekanan dari Donald Trump menjadi faktor untuk mencabut hukuman kartu merah terhadap Balogun.
Selain itu, anggota parlemen juga merasa bahwa pelanggaran netralitas politik potensial lainnya juga sebagai hadiah perdamainan FIFA kepada Donald Trump.
FIFA sendiri menyatakan bahwa keputusan untuk mencabut skorsing terhadap Folarin Balogun merupakan keputusan komite disiplin.
Sementara itu, para anggota parlemen juga menyatakan bahwa 35 anggota lainnya juga telah menandatangani surat penyelidikan tersebut.
Baca juga: Ricardo Quaresma Kritik Pedas Roberto Martinez Setelah Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026
"Keindahan olahraga terletak pada aturannya yang tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan ini hilang begitu saja," ujar parlemen melanjutkan.
Gianni Infantino memang akui bahwa ia mendapatkan telpon dari Donald Trump, tetapi ia menegaskan bahwa ia tidak mendapatkan intervensi dari Donald Trump soal kasus Folarin Balogun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN