Pecco Bagnaia di GP Italia 2025 di sirkuit Mugello (Jennifer Lorenzini/ REUTERS)
INDOZONE.ID - Pembalap pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia beri ultimatum keras kepada timnya untuk pertama kalinya di musim ini setelah performa buruknya hingga dia finish di posisi ke-8 GP Austria pada Minggu (17/8/2025).
Dalam balapan yang digelar di Red Bull Ring Circuit itu, Pecco memulai balapan di posisi ketiga dan terus tampil konsisten di posisi tersebut hingga performanya menurun drastis. Namun, selain defisit kecepatan, dia juga tampak tidak mampu bertahan di sirkuit untuk menyalip lawan-lawannya.
Dalam balapan tersebut, Bagnaia keluar jalur lebih dari sekali saat lawan-lawannya mendekati GP25 miliknya, motor yang dimana Marc Marquez memenangi dan mendominasi kejuaraan dunia.
Baca juga: Diminati Nottingham Forest, Pep Guardiola Tegaskan Rico Lewis akan Bertahan di Manchester City
Pecco Bagnaia juarai MotoGP Jepang. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Namun, pembalap asal Italia it terus mengingatkan timnya dengan tegas bahwa ia bukan sumber masalah. Apalagi, Bagnaia sendiri juga telah memenangkan tiga edisi MotoGP.
"Apa yang terjadi sepanjang tahun telah terjadi lagi. Saya berjuang dan mengerahkan segenap kemampuan saya. Tapi kali ini, dengan mengerahkan segenap kemampuan saya, saya finis di urutan kedelapan. Pemenangnya melakukannya dalam waktu yang sama dengan yang saya butuhkan untuk menang tahun lalu. Jadi, saya punya potensi," ujar Pecco Bagnaia kepada DAZN yang dikutip dari Autosport pada Senin (18/8/2025).
Lebih lanjut, Bagnaia juga akui bahwa rekan setimnya Marc Marquez melakukan balapan lebih baik darinya. Ia juga mencurahkan isi hatinya bahwa dewi fortuna tak lagi berpihak kepadanya.
"Saya tidak tahu mengapa semuanya tidak berjalan baik bagi saya. [Peraih posisi ketiga] Marco Bezzecchi dan Marc Marquez melakukan segalanya lebih baik daripada saya. Bahwa saya finis 12 detik di belakang di sirkuit di mana saya selalu membuat perbedaan adalah sesuatu yang tidak saya mengerti, dan tidak akan pernah saya mengerti," ujar pembalap berusia 28 tahun itu melanjutkan.
Tak hanya itu, Bagnaia justru menuntut jawaban dari Ducati dibandingkan dengan permintaannya untuk penjelasan terkait masalah ban motornya kepada Michelin pada hari Sabtu lalu.
Bagnaia juga menegaskan bahwa ia sangat fokus. Akan tetapi, pada balapan tadi malam dia tidak berakselerasi dengan motornya dan hal itu membuat dia kehilangan kesabaran.
"Tapi hari ini saya tidak bisa berakselerasi; semua orang menyalip saya saat keluar tikungan. Saya harap Ducati menjelaskannya kepada saya, karena kesabaran saya sudah habis," ujar Bagnaia menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Autosport