INDOZONE.ID - Tijjani Reijnders tampaknya tidak melupakan tanah leluhurnya meskipun ia sudah sukses sebagai bintang top sepak bola Eropa.
Meskipun Tijjani Reijnders menolak untuk memperkuat Timnas Indonesia pada 2022 lalu dan memilih perkuat Belanda, tetapi kakak dari Eliano Reijnders itu ternyata masih mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia.
Hal itu diakui oleh Tijjani dalam wawancaranya bersama media Malaysia, Stadium Astro baru-baru ini. Dalam wawancaranya itu, pemain berusia 27 tahun itu mengaku tidak pernah kelewatan untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski begitu, bintang baru Manchester City itu tidak terlalu mengikuti kompetisi-kompetisi sepak bola Indonesia, khususnya Liga 1.
Baca juga: Hilang Kesabaran, Pecco Bagnaia Kasih Ultimatum ke Ducati usai Finish di Posisi ke-8 GP Austria
"Saya tentu saja sangat mengikuti kiprah Timnas Indonesia, tetapi saya tidak begitu mengikuti kompetisi di sana. Ketika Timnas Indonesia bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026, saya selalu menonton setiap pertandingannya," ujar Tijjani Reijnders dalam wawancaranya bersama Stadium Astro yang dikutip pada Senin (18/8/2025).
Tak hanya itu, Tijjani Reijnders juga mengungkapkan harapan terbaiknya bagi Timnas Indonesia. Ia berharap bahwa skuad Garuda bisa lolos ke Piala Dunia 2026. Sebab, dengan lolosnya tim besutan Patrick Kluivert ke Piala Dunia tentunya peluang Tijji untuk menghadapi Eliano Reijnders cukup terbuka.
"Saya berharap mereka (Timnas Indonesia) bisa berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Sebab, mereka punya peluang yang sangat bagus. Ini tentu akan menjadi mimpi saya bertanding melawan saudara saya di Piala Dunia," ujar mantan pemain muda AZ Alkmaar itu menambahkan.
Tak hanya bicarakan soal perkembangan sepak bola Indonesia saja, Tijjani Reijnders juga mengungkapkan bahwa nasi goreng buatan neneknya menjadi salah satu faktor perjalanannya sebagai pesepak bola profesional dan bisa bermain di Liga Inggris.
Meskipun, Tijji sudah menjadi salah satu pemain terbaik di Eropa, tetapi ia tidak meninggalkan asal-usul Indonesia di dalam dirinya, salah satunya adalah memakan nasi goreng buatan sang nenek. Menurutnya, nasi goreng memiliki karbohidrat yang bagus dan karena nasi goreng ia bisa menjadi pesepak bola profesional.
"Benar makanan favoritku nasi goreng. Nenekku membuat nasi goreng terbaik, dia punya banyak hidangan lain, tapi nasi goreng tetap jadi favoritku,” kata Tijjani yang dikutip dari sumber yang sama Stadium Astro.
"Tentu aku boleh makan nasi goreng sekarang, nasi goreng punya karbohidrat yang bagus. Mungkin karena nasi goreng, aku bisa ada di sini,” tutur pemain kelahiran Zwolle itu menutup wawancaranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stadium Astro