INDOZONE.ID - Jose Mourinho resmi berpisah dengan Fenerbahce setelah lebih dari satu tahun menukangi klub asal Turki tersebut.
Keputusan ini diumumkan hanya dua hari setelah Fenerbahce gagal melaju ke fase grup Liga Champions usai disingkirkan Benfica di babak play-off.
Dalam pernyataan resmi pada Jumat (29/8/2025), pihak klub mengonfirmasi kepergian Mourinho sekaligus mengucapkan terima kasih atas kontribusi sang pelatih.
“Kami mendoakan kesuksesan baginya di karier mendatang,” tulis Fenerbahce dalam rilis resminya.
Baca juga: Dukung Israel, Oleksandr Zinchenko Mendapat Penolakan Gabung Fenerbahce
Pelatih berusia 62 tahun itu memang punya reputasi yang bagus di Eropa. Sebelum melatih Fenerbahce, Mourinho pernah menangani Chelsea, Real Madrid, Manchester United, hingga Tottenham Hotspur.
Bersama Fenerbahce, ia sempat membawa tim finis di posisi kedua Liga Super Turki pada musim perdananya. Namun, masa kepelatihannya kerap diwarnai kontroversi.
Salah satu kasus paling menonjol terjadi pada 25 Februari 2025. Galatasaray menuduh Mourinho membuat komentar bernada rasis setelah laga imbang tanpa gol.
Klub rival itu bahkan berniat membawa masalah ini ke ranah hukum. Mourinho langsung membantah tuduhan tersebut dan menegaskan dirinya justru anti-rasisme.
Baca juga: Diduga Memberi Komentar Rasis, Galatasaray Laporkan Jose Mourinho Ke FIFA dan UEFA
Ia bahkan menggugat balik Galatasaray dengan tuntutan ganti rugi sebesar £41.000.
Tidak hanya itu, Mourinho juga sering melontarkan kritik terhadap kualitas wasit Liga Super Turki.
Akibat komentarnya, ia sempat dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim dalam empat laga, meski kemudian dikurangi menjadi dua pertandingan.
Jose Mourinho berhasil mengantarkan AS Roma juara Europa Conference League. (REUTERS/Marko Djurica)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fenerbahce.org