Manajer Bayer Leverkusen, Erik Ten Hag. (REUTERS/Tony O Brien)
INDOZONE.ID - Bayer Leverkusen secara mengejutkan memecat Erik ten Hag sebagai pelatih mereka setelah menjalani 3 pertandingan di musim ini.
Erik ten Hag ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada Mei 2025 lalu, untuk menggantikan posisi Xabi Alonso yang memutuskan untuk menjadi pelatih Real Madrid.
Pelatih asal Belanda itu awalnya dikontrak selama dua tahun, tapi petinggi klub berjuluk Die Werkself itu memutuskan untuk memecat Ten Hag usai membawa klub meraih hasil buruk dalam dua pertandingan awal Bundesliga musim ini.
Ten Hag memulai debut kompetitifnya sebagai pelatih Leverkusen dengan manis, usai mengalahkan klub divisi 4 Liga Jerman, SG Sonnenhof.
Akan tetapi, di partai pembuka Bundesliga, Leverkusen alami kekalahan atas Hoffenheim dengan skor 2-1, dan bermain imbang 3-3 atas Werder Bremen pada Sabtu (30/8/2025).
Baca juga: Mees Hilgers Dipastikan Bertahan di FC Twente usai Gagal Bergabung dengan Klub Ligue 1
Erik ten Hag saat diperkenalkan sebagai pelatih Bayer Leverkusen (Instagram @bayer04fussball)
Keputusan untuk memecat Ten Hag dibuat oleh para pemegang saham klub tersebut berdasarkan rekomendasi dari manajemen Bayer Leverkusen.
Atas keputusan tersebut, membuat mantan pelatih Ajax itu merasa terkejut dan kecewa atas keputusan sepihak dari manajemen Bayer Leverkusen. Hal itu belum pernah ia alami sebelumnya. Apalagi, ia dipecat baru melakoni dua pertandingan di liga.
"Keputusan manajemen Bayer Leverkusen pagi ini untuk memberi saya cuti benar-benar mengejutkan. Berpisah dengan pelatih setelah hanya dua pertandingan liga adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Erik ten Hag dalam pernyataan resminya melalui agensi manajemennya, SEG Football, yang dikutip dari ESPN pada Selasa (2/9/2025).
Lebih lanjut, Ten Hag juga mengatakan, pada musim panas banyak pemain kunci yang hengkang dari Leverkusen, dan pelatih berusia 54 tahun itu perlu diberi waktu dan kepercayaan untuk membangun skuad baru.
"Musim panas ini, banyak pemain kunci yang menjadi bagian dari kesuksesan masa lalu meninggalkan skuad. Membangun tim baru yang kohesif adalah proses yang cermat, membutuhkan waktu, dan kepercayaan. Seorang pelatih baru berhak mendapatkan ruang untuk mewujudkan visinya, menetapkan standar, membentuk skuad, dan meninggalkan jejaknya pada gaya bermain," tuturnya.
Ten Hag juga curhat bahwa, menerima pekerjaan sebagai pelatih Bayer Leverkusen penuh dengan keyakinan dan energi. Akan tetapi, pelatih berkepala plontos itu merasa, manajemen Leverkusen tidak memberikannya waktu untuk membangun skuad Leverkusen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN