Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 12:40 WIB

Fakta Pemecatan Pelatih Bayer Leverkusen Erik ten Hag: Ruang Ganti Retak dan Perbedaan Visi

Fakta Pemecatan Pelatih Bayer Leverkusen Erik ten Hag: Ruang Ganti Retak dan Perbedaan VisiErik Ten Hag saat latih Bayer Leverkusen. (REUTERS/Leon Kuegeler)

INDOZONE.ID - Erik ten Hag telah dipecat sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada musim ini. Pemecatan pelatih asal Belanda itu cukup mengejutkan publik sepak bola. Sebab, pelatih berusia 55 tahun itu baru memainkan 3 pertandingan sebagai pelatih Leverkusen.

Ten Hag mengawali debut kompetitifnya bersama Bayer Leverkusen cukup positif, dengan membawa klub berjuluk Die Werkself itu menang meyakinkan dengan skor 4-0 atas klub divisi 4 Liga Jerman, SG Sonnenhof di pertandingan putaran pertama DFB Pokal.

Kemudian di ajang Bundesliga, Erik ten Hag gagal membawa Bayer Leverkusen meraih kemenangan di spieltag 1 Bundesliga usai kalah 2-1 atas Hoffenheim. Lalu, di spieltag kedua, Leverkusen justru ditahan imbang 3-3 oleh Werder Bremen.

Hasil tersebut membuat Bayer Leverkusen terjerembab di posisi ke-12 di klasemen sementara Bundesliga musim 2025/26. Hal itu memicu manajemen klub memecat Erik ten Hag sebagai pelatih Leverkusen.

Baca juga: Jelang Piala Asia 2027, Pelatih Timnas Lebanon Anggap Uji Coba Melawan Timnas Indonesia Sangat Penting

Namun, ada fakta menarik dibalik keputusan manajemen Bayer Leverkusen untuk memecat Erik ten Hag meskipun ia baru menangani jawara Bundesliga musim 2023/24 itu sebanyak 3 pertandingan kompetitif saja.

Menurut laporan De Telegraaf yang dikutip dari Fussball Transfer pada Rabu (3/9/2025), alasan manajemen Bayer Leverkusen memecat Ten Hag karena adanya perbedaan pandangan mengenai perencanaan skuad, sehingga menimbulkan ketegangan.

Media Belanda itu menyebut bahwa Erik ten Hag di klub-klub sebelumnya selalu terlibat dalam keputusan transfer pemain. Hal berbeda dialami oleh eks pelatih Ajax itu di Leverkusen, karena tidak terlibat dalam keputusan transfer pemain.

Tak hanya itu, Telegraaf juga mengatakan bahwa situasi di tempat latihan juga kurang kondusif. Beberapa pemain Leverkusen banyak yang mengeluh kepada manajemen klub terkait pendekatan Ten Hag yang cukup berbeda ketimbang pelatih sebelumnya yakni Xabi Alonso.

Bahkan, The Athletic pun juga menambahkan bahwa ketegangan antara pemain dan pelatih sudah terjadi sejak latiha pramusim di Brazil.

Baca juga: LAFC Umumkan Adrian Wibowo Dapat Panggilan dari Timnas Indonesia, Bela Senior atau U-23?

Pendekatan Ten Hag yang Kaku Menyebabkan Banyak Pemain Hengkang

Fakta Pemecatan Pelatih Bayer Leverkusen Erik ten Hag: Ruang Ganti Retak dan Perbedaan VisiBayer Leverkusen saat hadapi Werder Bremen di Bundesliga Spieltag 2 pada Sabtu (30/8/2025) (Instagram @bayer04fussball)

Perubahan gaya kepelatihan dari Xabi Alonso ke Erik ten Hag yang dinilai kurang komunikatif, menyebabkan beberapa pemain kunci Leverkusen, salah satunya Granit Xhaka, memutuskan untuk hengkang dari BayArena dan bergabung dengan klub promosi Liga Inggris, Sunderland.

Alhasil, sudah terlihat sejak awal bahwa Erik ten Hag kurang menyukai skuad Bayer Leverkusen saat ini. Hal itu berimbas dengan performa tim yang menurun, yang mana Leverkusen kini menempati posisi ke-12 dengan perolehan satu poin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fussball Transfer, Bild, De Telegraaf

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta Pemecatan Pelatih Bayer Leverkusen Erik ten Hag: Ruang Ganti Retak dan Perbedaan Visi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!