Janice Tjen berlaga di US Open 2025. (REUTERS/Mike Segar)
INDOZONE.ID - Prestasi membanggakan diukir oleh petenis wanita Indonesia, Janice Tjen. Bagaimana tidak, ia menembus Top 100 WTA.
Janice diketahui kini menempati ranking 99 dunia, yang merupakan tertinggi dalam kariernya, berdasarkan peringkat WTA per Senin 6 Oktober 2025. Catatan Janice adalah 67 kali menang dan 14 kali kalah.
Janice Tjen (Instagram/@janicetjen)
Peringkat Janice tak cuma naik di sektor tunggal, ia juga mengalami kenaikan di ganda dengan menempati ranking 155.
Kenaikan peringkat itu dicapai Janice usai berprestasi di WTA 125 Suzhou, China. Di turnamen tersebut, ia bersama Aldila Sujiadi menjadi juara WTA 125 Suzhou.
Dalam kariernya di sektor ganda, Janice memiliki catatan 58 kali menang dan 23 kali kalah. Salah satu kemenangan itu membuahkan gelar juara WTA 125 Suzhou.
Baca juga: Profil dan Karier Janice Tjen: Petenis Indonesia yang Bikin Sejarah di US Open 2025
Sebelumnya, Janice juga mengukir sejarah dengan menyudahi penantian panjang Indonesia terhadap kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam. Janice mentas di US Open 2025!
Petenis tunggal putri Indonesia terakhir yang mentas di Grand Slam, adalah Angelique Widjaja di US Open 2004.
Perjalanan Janice Tjen di US Open 2025, dimulai dari babak kualifikasi. Ia mengalahkan petenis Jepang, Aoi Ito, dalam final kualifikasi di USTA Bllie Jean King Tennis Center, Jumat 22 Agustus 2025, waktu setempat.
Bertanding selama 49 menit, Janice Tjen mampu menuntaskan perlawanan Aoi Ito dengan skor 6-1 dan 6-2. Kemenangan itu mengantarkan Janice Tjen ke US Open 2025.
Prestasinya tak berhenti sampai di sana saja. Ia kembali membuat kejutan di Babak Pertama US Open 2025 dengan menaklukkan petenis unggulan 24 dari Rusia, Veronika Kudermetova, dengan skor 6-4, 4-6, dan 6-4.
Kemenangan tersebut membawa Janice Tjen untuk bertemu dengan juara US Open 2021 dari Inggris, yaitu Emma Raducanu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA