Sprint Race di Sirkuit COTA, Amerika Serikat. (Sumber: F1.com)
INDOZONE.ID - Sirkuit The Americas (COTA) di Austin, Texas, menjadi saksi bisu dari salah satu hari Sabtu paling dramatis dan penuh aksi dalam kalender Formula 1 2025. Dengan format Sprint Weekend yang padat, para pembalap dan tim dipaksa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam dua sesi krusial, yakni Sprint Race yang brutal dan sesi Kualifikasi Grand Prix yang menegangkan. Hasilnya adalah sebuah roller coaster emosi yang menampilkan dominasi absolut di satu sisi, dan mimpi buruk total di sisi lain.
Di puncak, Oracle Red Bull Racing dan Max Verstappen menunjukkan performa nyaris sempurna yang membuat rival-rival mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Namun, di ujung spektrum yang lain, tim McLaren yang sedang dalam performa terbaiknya justru mengalami hari paling kelam mereka, dengan kedua mobil tersingkir di tikungan pertama Sprint Race. Sementara itu, tim-tim seperti Williams menciptakan kejutan manis, dan Ferrari serta Mercedes menunjukkan perjuangan yang solid di tengah persaingan yang semakin ketat.
Bagaimana setiap tim merasakan dan merefleksikan hari yang penuh gejolak ini?
Hasil Sprint: Verstappen P1, Tsunoda P7
Hasil Kualifikasi: Verstappen P1, Tsunoda P13
Bagi tim asal Austria tersebut, hari Sabtu di Austin menjadi sebuah demonstrasi kekuatan yang nyaris tanpa cela. Mereka tidak hanya mengamankan kemenangan Sprint dan pole position, tetapi juga menunjukkan kedalaman strategi dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.
Max Verstappen tampil di liganya sendiri. Start yang sempurna di Sprint Race memungkinkannya untuk menghindari kekacauan massal di Tikungan 1. Meskipun sempat mendapat tekanan dari George Russell setelah periode Safety Car, pembalap Belanda itu dengan tenang mempertahankan posisinya dan melenggang nyaman untuk meraih kemenangan Sprint ketiganya secara beruntun di Austin. Keperkasaannya berlanjut di sesi Kualifikasi, di mana ia merebut pole position dengan selisih waktu hampir tiga persepuluh detik. Ajaibnya, putaran pertamanya di Q3 sudah cukup cepat sehingga ia bahkan tidak perlu menyelesaikan putaran keduanya.
"Saya pikir kami menjalani hari Sabtu yang sangat kuat dan sangat positif," kata Verstappen.
"Kami melakukan beberapa perubahan terakhir menjelang Kualifikasi untuk membantu keseimbangan dan mengekstrak performa terbaik mobil. Sayangnya kami melewatkan kesempatan putaran terakhir beberapa detik, yang tidak ideal, tapi untungnya putaran yang kami miliki sudah cukup," pungkas pembalap 28 tahun tersebut.
Di sisi lain garasi, Yuki Tsunoda menjalani hari yang campur aduk antara aksi heroik dan frustrasi. Di Sprint, ia menjadi bintang pertunjukan di lap pertama. Start dari P18, ia melakukan manuver nekat di sisi dalam Tikungan 1, berhasil menghindari semua mobil yang melintir dan berhenti, dan secara ajaib naik 11 posisi ke P7. Hebatnya, ia melakukan ini semua sambil menyeret sayap depan mobil Kick Sauber milik Nico Hulkenberg.
"Sprint berjalan sangat baik bagi saya," ujar Tsunoda.
"Mengirimnya ke sisi dalam adalah risiko yang sepadan. Saya melompat 11 posisi tetapi juga mengambil puing-puing dan membawa sayap depan lain selama hampir setengah lap. Itu adalah pemulihan dan hasil yang bagus untuk mengemudi dengan dua sayap depan!" lanjut Tsunoda bergurau pada media.
Namun, keberuntungannya habis di Kualifikasi. Ia merasa mobilnya punya kecepatan untuk masuk Q3, tetapi lajunya terhalang oleh Liam Lawson dan dua mobil Alpine (Gasly dan Colapinto).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: F1.com