INDOZONE.ID - Meskipun baru saja resmi dipecat oleh PSSI dari kursi pelatih tim nasional Indonesia, nama Patrick Kluivert justru tengah naik daun di Irak. Media asal Irak, Winwin.com, melaporkan bahwa mantan bintang Barcelona itu kini menjadi salah satu figur paling populer di kalangan penggemar sepak bola Irak, bahkan disebut menyaingi pelatih mereka saat ini, Graham Arnold, dalam hal popularitas.
Dalam laporannya, Winwin.com menyebut bahwa nama Kluivert ramai diperbincangkan di media sosial Irak hanya beberapa jam setelah pengumuman pemecatannya oleh PSSI pada Kamis malam waktu setempat. Publik Irak menilai pelatih asal Belanda itu memiliki gaya permainan modern dan agresif yang cocok dengan karakter tim nasional mereka.
“Begitu kabar pemecatannya diumumkan, nama Patrick Kluivert langsung menjadi perbincangan luas di kalangan penggemar Irak. Banyak yang mendesaknya agar ditunjuk sebagai pelatih timnas Irak, bahkan kini ia menyaingi Graham Arnold dalam popularitas,” tulis Winwin.com.
Baca juga: Media Belanda: Ekspektasi Tinggi Suporter Jadi Beban bagi Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
Selama menukangi Timnas Indonesia, Kluivert memang gagal membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff Asia melawan Arab Saudi dan Irak. Namun, gaya bermain cepat dan menyerang yang diperkenalkannya dinilai meninggalkan kesan positif di mata pengamat sepak bola, termasuk publik Irak.
Mantan analis tim nasional Irak, Ali Al-Nuaimi, menilai bahwa meskipun masa kerja Kluivert di Indonesia sangat singkat, hanya delapan pertandingan ia berhasil memperkenalkan identitas permainan baru yang berani dan modern.
“Ketika Kluivert mengambil alih tim, ia mewarisi skuad yang selama lima tahun dibentuk oleh pelatih Korea, Shin Tae-yong, dengan gaya bermain defensif dan disiplin tinggi,” ujar Al-Nuaimi.
“Namun hanya sehari setelah resmi ditunjuk, Kluivert langsung mengatakan bahwa masalah utama sepak bola Indonesia adalah lemahnya tekanan balik setelah kehilangan bola. Ia ingin memperbaikinya dengan filosofi permainan menyerang berbasis penguasaan bola dan kesadaran posisi pemain,” tambahnya.
Menurut Al-Nuaimi, pendekatan tersebut membuat banyak penggemar Irak terkesan karena gaya permainan cepat dan penuh transisi yang diterapkan Kluivert sangat mirip dengan preferensi taktik yang disukai publik Irak.
“Dia sudah menunjukkan sentuhan khasnya hanya dalam delapan pertandingan. Tak heran jika para penggemar Irak, bahkan di negara Arab lain, kini menuntut federasi mereka untuk merekrutnya. Gaya bermain Kluivert yang modern dan ofensif terasa lebih menarik dibanding pelatih yang cenderung konservatif,” ungkapnya.
Sebaliknya, pelatih Irak saat ini, Graham Arnold, disebut tengah menghadapi tekanan publik setelah gagal menunjukkan permainan meyakinkan bersama Aswad Al-Rafideen (julukan Timnas Irak). Gaya bermain Arnold yang lebih bertahan dan langsung dinilai kurang sesuai dengan ekspektasi para pendukung yang menginginkan sepak bola menyerang dan progresif.
“Publik Irak cenderung menyukai pendekatan menyerang. Namun kebanyakan pelatih yang datang justru membawa gaya permainan defensif dengan umpan silang dan serangan balik. Mungkin ada faktor internal di federasi yang mendorong pelatih mengikuti pola itu,” tambah Al-Nuaimi.
Baca juga: Nggak Cuma Patrick Kluivert, 2 Pelatih Ini Dipecat Juga di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Siapa Saja?
Tim nasional Irak sendiri akan menghadapi Uni Emirat Arab dalam dua leg playoff Asia yang menentukan kelanjutan mereka di jalur menuju Piala Dunia. Di tengah tekanan tersebut, desakan agar Arnold diganti semakin menguat, dan nama Patrick Kluivert kini menjadi salah satu kandidat idaman para penggemar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Winwin.com