Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
INDOZONE.ID - Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menegaskan bahwa keberhasilan timnya musim ini bukanlah hasil dari satu pemain semata.
Dalam wawancara usai kemenangan tipis 1–0 atas Getafe, Alonso menyampaikan bahwa meskipun Kylian Mbappe tampil gemilang, kekuatan sejati Madrid terletak pada kerja kolektif seluruh pemain di lapangan.
“Kami sangat bahagia dengan Kylian, tapi saya tidak suka orang-orang mengatakan kami bergantung padanya. Kemenangan datang dari kerja keras tim, bukan dari satu individu,” ujar Alonso, dikutip dari Reuters.
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada awal musim 2025/2026, Alonso membawa pendekatan taktik yang lebih dinamis dan modern.
Real Madrid kini memimpin klasemen sementara La Liga dengan permainan yang menekankan rotasi, pressing agresif, dan fluiditas antarlini.
Beberapa kemenangan penting seperti saat menundukkan Villarreal 3–1 dan menaklukkan Manchester City di Liga Champions menjadi bukti efektivitas sistem ini.
Namun, keberhasilan Real Madrid tidak lepas dari tantangan.
Alonso mengakui bahwa tekanan di klub sebesar Madrid selalu tinggi, apalagi ketika publik terus membandingkan era kepemimpinannya dengan masa Carlo Ancelotti.
“Real Madrid adalah institusi yang menuntut kemenangan setiap minggu. Tapi saya percaya pada kolektivitas. Ketika semua pemain memahami peran mereka, hasil akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.
Di sisi lain, analis sepak bola dari The Guardian menilai pendekatan Alonso menghadirkan keseimbangan baru di Santiago Bernabeu.
“Madrid bermain lebih kolektif dan fleksibel secara taktik. Ini bukan lagi tentang satu bintang, tapi tentang sistem yang membuat semua pemain berfungsi maksimal,” tulis laporan tersebut.
Musim ini, nama-nama seperti Vinicius Jr., Jude Bellingham, dan Aurelien Tchouameni turut menjadi motor penggerak permainan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, The Guardian