Selebrasi Mohamed Salah usai cetak gol untuk Liverpool. (REUTERS/Peter Powell)
INDOZONE.ID - Liverpool kembali meraih kemenangan gemilang 5-1 atas Eintracht Frankfurt dalam pertandingan lanjutan UEFA Champions League 2025–2026 di Deutsche Bank Park, Kamis (23/10) dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus mematahkan rentetan empat kekalahan beruntun.
Meski tim tampil dominan dengan gol dari Hugo Ekitike, Virgil van Dijk, Ibrahima Konate, Cody Gakpo, dan Dominik Szoboszlai, serta dua assist dari Florian Wirtz, sorotan publik justru tertuju pada Mohamed Salah yang dicadangkan sejak awal.
Baca juga: Mohamed Salah Jadi Lawan Tersulit Dean Huijsen Selama Berkarier di Dunia Sepak Bola
Pelatih Arne Slot memilih untuk memulai laga dengan formasi tanpa Salah, dan sang pemain baru dimasukkan sekitar menit ke-74.
Saat memasuki kotak penalti di menit ke-90, Salah memiliki peluang besar. Ia bisa mengoper kepada rekan setimnya, Wirtz, yang berada di posisi lebih menguntungkan, namun memilih melepaskan tembakan sendiri dari sudut sempit. Tembakan tersebut gagal menambah skor untuk Liverpool.
Keputusan itu memicu reaksi keras dari suporter, baik di stadion maupun di media sosial. Banyak fans menuduh Salah bersikap egois karena mengabaikan peluang assist yang bisa memperbesar keunggulan tim.
Situasi ini semakin diperparah oleh performa statistiknya musim ini. Salah hanya mencetak tiga gol dan memberikan tiga assist dalam 11 pertandingan di semua kompetisi sebelum laga ini, sehingga dianggap mengecewakan mengingat reputasinya sebagai pencetak gol utama.
Kekesalan fans pun semakin nyata lewat unggahan kritik di media sosial. Banyak netizen menyebut bahwa “ia bisa dengan mudah memberikan assist daripada menembak sendiri dari posisi ideal,” dan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk “ego.”
Baca juga: Resmi! Mohamed Salah Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2027
Meski demikian, kemenangan besar ini tetap menjadi momentum penting bagi Liverpool untuk keluar dari tekanan. Bisa jadi ini menjadi titik balik bagi pemain dan tim.
Apakah Mohamed Salah bisa kembali menemukan performa terbaiknya dan meredam kritik yang semakin tajam terhadap dirinya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, The Guardian