Selebrasi Ruben Amorim saat Manchester United menang. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Manajer Manchester United, Ruben Amorim, menggambarkan tahun pertamanya di Old Trafford sebagai perjalanan yang tidak mudah.
Ia harus melewati berbagai rintangan, baik dari sisi hasil pertandingan maupun tekanan dari luar lapangan.
Meski begitu, Amorim tetap percaya diri dan merasa bangga karena bisa berpegang teguh pada prinsipnya di tengah situasi sulit.
Kini, kerja kerasnya mulai berbuah hasil ketika tim menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Premier League.
Sejak awal musim, Amorim kerap mendapat kritik keras terkait formasi dan pendekatan taktiknya yang dianggap belum stabil. Namun, pelatih asal Portugal itu berhasil membalikkan keadaan.
Manchester United kini mencatatkan tiga kemenangan beruntun, sebuah pencapaian yang menjadi tanda kebangkitan di bawah kepemimpinannya.
Bulan depan, Amorim akan menandai satu tahun masa jabatannya di klub raksasa Inggris tersebut, sebuah periode yang penuh pembelajaran bagi dirinya dan para pemain.
Baca juga: Ruben Amorim: Menang Lawan Brighton Lebih Memuaskan daripada Kalahkan Liverpool
Saat ini, Setan Merah menempati peringkat keenam klasemen sementara Premier League dengan raihan 16 poin dari sembilan pertandingan.
Mereka tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan unggul satu poin dari Liverpool yang berada di bawahnya.
“Ini adalah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Ada momen baik, ada juga masa-masa sulit. Saya belajar banyak, dan itu sangat berharga,” ujar Amorim menjelang laga melawan Nottingham Forest, Sabtu (1/11/2025).
“Saya belajar bahwa bahkan di saat terpuruk, saya harus tetap memegang teguh keyakinan saya. Itu hal penting yang harus dipahami oleh siapa pun,” lanjutnya.
Amorim menjelaskan bahwa perasaannya saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa pekan lalu. Ia merasa tim semakin kompak dan mulai menunjukkan identitas permainan yang ia inginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters