Imanol Machuca, salah satu pemain Timnas Malaysia yang memalsukan dokumen. (Instagram/@machucaimanol)
INDOZONE.ID - Media Argentina membongkar kebohongan pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Imanol Machuca, soal asal-asul sang nenek yang sebelumnya diklaim lahir di Malaysia.
Menurut laporan The Star, Kamis (6/11/2025), media Argentina mengungkapkan bahwa nenek Imanol Machuca bukan berasal dari Malaysia. Tentu saja, itu menambah daftar panjang seputar pemain yang dituduh memalsukan leluhur mereka demi membela Timnas Malaysia.
Media Argentina CDN melaporkan, bahwa catatan resmi Concepcion Agueda Alanis, menduga nenek Machuca bukan lahir di Roldan, Provinsi Santa Fe, Argentina, pada 1954.
Tak cuma itu, CDN juga mengungkapkan, bahwa kedua orang tua Machuca juga tidak memiliki darah Malaysia. Itu bisa dipastikan seluruh keluarga Machuca adalah murni orang Argentina.
Baca juga: Cetak Brace Lawan Borussia Dortmund, Pep Guardiola Sebut Phil Foden Telah Kembali ke Performa Terbaiknya
Penemuan tersebut datang setelah CDN mengungkapkan, bahwa kakek dari Facundo Garces tidak lahir di Penang, Malaysia, melainkan Santa Fe.
Diketahui, pada pekan ini, FIFA mengumukan sanksi selama satu tahun untuk ketujuh pemain atas kasus pemalsuan dokumen leluhur mereka.
Selain Machuca dan Garces saja, lima pemain lainnya yang terkena sanksi, yaitu Hector Hevel, Rodrigo Holgado, Gabriel Palmeiro, Joao Figueiredo dan Jon Irazabal.
Dari kasus tersebut, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diberi denda sebesar 1,8 juta Ringgit atau setara Rp7 miliar. Akan tetapi, FAM tidak terima dengan putusan FIFA sehingga berencana banding ke pengadilan arbitrase olahraga (CAS).
Namun, upaya banding ini cukup beresiko. Sebab, jika FAM tetap nekat membawa kasus ini ke CAS, bukan tidak mungkin mereka akan dibekukan oleh FIFA. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) FAM, Datuk Seri Azzudin Ahmad.
Baca juga: Bantu Manchester City Menang atas Dortmund, Erling Haaland Catat Rekor Baru di Liga Champions
"Untuk saat ini, FAM hanya dijatuhi denda, dan ketujuh pemain tersebut dijatuhi sanksi larangan bermain selama 12 bulan. Namun saya khawatir FAM juga bisa ditangguhkan. Karena sepertinya kita melawan arus karena semua buktinya sudah dipaparkan FIFA kepada kita. Jadi apa lagi yang perlu kita pertanyakan," ujar Datuk Seri Azzudin Ahmad, dikutip dari The Star.
Bahkan, Azzudin Ahmad juga meminta FAM menerima hukuman dari FIFA dengan ikhlas. Apalagi, hukuman yang diberikan FIFA kepada Malaysia masih tergolong ringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Star, CDN