INDOZONE.ID - Pep Guardiola akan mencatatkan rekor baru dalam dunia kepelatihannya.
Akhir pekan ini, manajer Manchester City itu akan bergabung dengan klub eksklusif para manajer yang telah mencapai 1.000 pertandingan di level profesional.
Momen bersejarah tersebut akan terjadi saat Manchester City menjamu Liverpool di Etihad Stadium pada Minggu (9/10/2025).
Pertandingan ini bukan hanya menjadi pertarungan dua raksasa Premier League, tetapi juga menandai perjalanan luar biasa Guardiola selama 18 tahun di dunia kepelatihan dengan membesut empat tim besar: Barcelona B, Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.
Baca juga: Ditanya Soal Peluang Juara Manchester City, Pep Guardiola Justru Berharap Arsenal Kebobolan
Sepanjang kariernya, Guardiola dikenal sebagai salah satu manajer paling berpengaruh di saat ini. Ia sudah mengoleksi 37 trofi bergengsi, termasuk empat gelar Premier League bersama Manchester City.
Filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola yang ia terapkan telah mengubah gaya bermain sepak bola modern.
Atas pencapaian luar biasa ini, League Managers Association (LMA) akan memberikan penghargaan khusus dengan memasukkan nama Guardiola ke dalam Hall of Fame.
Manajer asal Spanyol berusia 54 tahun itu akan menjadi manajer ke-39 pasca-Perang Dunia II yang mendapat kehormatan tersebut.
Baca juga: Tinggalkan Warisan Taktik Sir Alex Ferguson, Ruben Amorim Ubah Total Gaya Bermain Manchester United
Sebelumnya, nama-nama besar seperti Brian Clough, Sir Alex Ferguson, dan Sir Matt Busby telah lebih dulu mendapat tempat terhormat itu.
Tahun lalu, Ian Holloway dari Swindon Town menjadi penerima terbaru penghargaan serupa.
Sementara pada Mei lalu, sejumlah pelatih top seperti Jurgen Klopp, Jose Mourinho, Mick McCarthy, David Moyes, dan Ian Holloway hadir di acara resmi penghormatan LMA di JW Marriott Grosvenor House, London, untuk bergabung dengan “Club 1000”.
Pep Guardiola saat di Manchester City. (REUTERS/Hannah Mckay)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK