Selebrasi Ruben Amorim saat Manchester United menang. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Ruben Amorim datang ke Manchester United dengan satu tujuan utama untuk membangun kembali identitas dan filosofi bermain yang sempat hilang dari klub raksasa Inggris itu.
Pelatih asal Portugal tersebut dipercaya manajemen untuk membawa perubahan nyata, baik dalam taktik maupun mentalitas tim.
Sebelum kehadirannya, Manchester United di bawah Erik ten Hag sering kali tampil tanpa arah permainan yang konsisten.
Para penggemar sulit menebak susunan pemain, bahkan gaya bermain tim di setiap pertandingan pun kerap berubah-ubah. Kondisi itu membuat United kehilangan karakter yang dulu selalu menjadi ciri khas mereka.
Baca juga: Ruben Amorim Bocorkan Cara Manchester United Kalahkan Liverpool di Anfield
Namun sejak memegang kendali, Ruben Amorim langsung menerapkan gaya bermain yang jelas. Ia menggunakan formasi andalannya, 3-4-3, yang sudah terbukti efektif di Sporting CP.
Meski sempat dikritik karena dianggap tidak cocok dengan kerasnya Premier League, Amorim membuktikan bahwa taktiknya bisa fleksibel dan adaptif tanpa meninggalkan prinsip utama.
Dalam sistem tersebut, para pemain mulai memahami peran masing-masing. Di beberapa pertandingan, Manchester United bermain langsung dengan bola panjang ke arah Benjamin Sesko untuk membuka ruang serangan.
Sementara di laga lain, mereka tampil lebih agresif lewat pressing tinggi dan pergerakan dinamis dari Mason Mount serta Matheus Cunha di lini depan.
Baca juga: 3 Keputusan Tepat Ruben Amorim yang Membuat Manchester United Kalahkan Liverpool di Anfield
Ketekunan Amorim dalam mempertahankan ide permainannya patut diacungi jempol. Ia mampu menanamkan filosofi baru di tengah tekanan dan ekspektasi tinggi.
Namun, transformasi ini juga berarti Manchester United kini benar-benar meninggalkan blueprint klasik yang dulu dibangun oleh Sir Alex Ferguson.
Sir Alex Ferguson (REUTERS/Jason Cairnduff)
Sir Alex Ferguson dikenal sebagai pelatih yang sangat piawai dalam memaksimalkan serangan balik cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: United In Focus