Bryan Mbeumo saat bermain di Brentford. (Action Images via Reuters/Peter Cziborra)
INDOZONE.ID - Bryan Mbeumo menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan, jika Manchester United benar-benar ingin membangun era baru bersama Ruben Amorim.
Gaya bermainnya yang serba bisa dan kemampuannya dalam membaca permainan, menjadikannya sangat cocok untuk skema 3-4-3 khas pelatih asal Portugal tersebut.
Dengan formasi 3-4-3 ini, dua penyerang sayap tidak hanya bertugas menyerang dari sisi lapangan, tetapi juga diharapkan mampu menusuk pertahanan lawan, menekan lawan di garis terdepan, menciptakan peluang, hingga menyelesaikan peluang menjadi gol.
Semua peran itu pernah dilakukan Mbeumo bersama Brentford dan di panggung sebesar Manchester United, performanya berpotensi semakin bersinar.
Baca juga: Andre Onana Ajak Bryan Mbeumo Gabung Manchester United
Sejak bergabung dengan Brentford, Mbeumo dibentuk oleh pelatih Thomas Frank untuk menjadi pemain yang mampu bermain di lebih dari satu posisi.
Baik sebagai penyerang sayap maupun penyerang kedua (second striker), ia mampu menjalankan tugasnya dengan efektif.
Ini menjadi nilai tambah dalam sistem Amorim yang mengandalkan fluiditas antar lini dan rotasi antar pemain depan.
Statistik mencatat Mbeumo rata-rata mencetak 0,45 gol dan assist per 90 menit sepanjang musim 2024/2025. Angka tersebut menunjukkan kontribusinya terhadap serangan tim, khususnya dalam situasi serangan balik.
Baca juga: Bryan Mbeumo Lebih Memilih Manchester United Meski Tottenham Ajukan Tawaran £70 Juta
Kecepatan dan ketepatan umpan akhirnya bisa menyatu sempurna dengan permainan vertikal yang sering diterapkan Amorim.
Di lini depan, Mbeumo dikenal aktif dengan kemampuan pergerakan tanpa bola, bertukar posisi dengan rekan satu lini, serta turun membantu lini tengah.
Kemampuan ini sangat penting dalam formasi 3-4-3 yang menuntut para pemain depan untuk tidak statis dan terus-menerus menciptakan ruang di area pertahanan lawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis