INDOZONE.ID - Pembalap McLaren asal Australia, Oscar Piastri, yang di awal musim digadang-gadang sebagai "anak emas" dan favorit juara dunia musim 2025, kini justru terlihat sedang dalam performa terburuknya. Di saat-saat krusial penentuan gelar, kecepatannya seolah menghilang.
Grand Prix Sao Paulo di Brasil akhir pekan lalu menjadi bukti paling nyata. Piastri tampil underperform, terlibat tabrakan, dan harus puas finis di posisi kelima setelah kena penalti 10 detik akibat insidennya dengan rookie Kimi Antonelli (Mercedes).
Pemandangan ini semakin terasa menyakitkan bagi kubu Piastri karena di saat yang sama, rekan setim sekaligus rival utamanya, Lando Norris, justru lagi on fire. Norris berhasil meraih kemenangan beruntun dan memperlebar jarak keunggulannya di puncak klasemen menjadi 24 poin, dengan hanya tiga balapan tersisa.
Situasi ini memicu alarm tanda bahaya. Legenda F1, Juan Pablo Montoya, bahkan memberikan vonis yang brutal, bahwa Piastri "nggak ada kecepatan sama sekali."
Baca juga: Red Bull Gagal Total di Sao Paulo: Max Verstappen Start P16 Karena Salah Set-up?
Kalau ini terjadi sekali atau dua kali, mungkin bisa dibilang sial atau bad weekend. Tapi, data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Grand Prix Sao Paulo menandai akhir pekan keenam berturut-turut di mana Lando Norris berhasil mengumpulkan poin lebih banyak daripada Piastri.
Sebuah "slump" atau kemerosotan performa yang mengejutkan ini telah mengubah total narasi kejuaraan. Piastri, yang tadinya memegang kendali, kini harus berjuang keras hanya untuk mengimbangi rekan setimnya sendiri. Performa buruk di Sao Paulo justru membuat mimpinya meraih gelar juara dunia F1 semakin memudar.
Suara paling keras yang mengkritik Piastri datang dari mantan pembalap F1 yang pernah memenangkan tujuh kali Grand Prix, Juan Pablo Montoya. Menurutnya, masalah terbesar Piastri di Brasil bukanlah soal tabrakan atau penalti, tapi soal kecepatan murni yang hilang entah ke mana.
"Masalahnya adalah, (Oscar) Piastri tidak punya kecepatan," kata Montoya mengutip Crash.net.
Montoya menunjuk satu momen spesifik di GP Brazil sebagai bukti utama. "Ketika dia (Piastri) berhasil berada di posisi kedua setelah insiden dengan Kimi Antonelli dan Charles Leclerc, Norris (di P1) dengan mudah menjauh darinya."
"Norris unggul tujuh atau delapan detik di depan Piastri. Apa alasannya?" tanya Montoya dengan sinis.
Hal ini tentu menjadi sebuah pukulan telak bagi Piastri. Dalam situasi di mana kedua mobil seharusnya seimbang, Norris mampu menciptakan jarak yang sangat jauh, menunjukkan perbedaan level performa yang signifikan di antara kedua pembalap McLaren tersebut.
Montoya juga menyoroti apa yang ia anggap sebagai alasan yang mungkin muncul dari kubu Piastri.
"Di Meksiko alasannya low grip, di Brasil alasannya trek bergelombang (bumpy)," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net