INDOZONE.ID - Pep Guardiola akui banyaknya rotasi pemain di laga Liga Champions kontra Bayer Leverkusen, menjadi bumerang bagi Manchester City.
Diketahui, Pep Guardiola melakukan banyak perubahan di susunan pemain saat Manchester City kalah 0-2 atas Bayer Leverkusen.
Dalam laga dini hari tadi, Pep Guardiola melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih asal Spanyol itu tidak memainkan pemain intinya seperti Erling Haaland, Gianluigi Donnarumma hingga Phil Foden sejak awal.
Namun, pada laga melawan Leverkusen justru memilih untuk memainkan pemain pelapis mulai dari James Trafford, Abdukodir Khusanov hingga Omar Marmoush.
Sementara itu, hanya Tijjani Reijnders dan Nico Gonzalez saja pemain inti yang diturunkan Pep Guardiola pada laga dini hari tadi.
Namun, alih-alih memberikan kesempatan kepada para pemain pelapis, justru hal tersebut berbuah bumerang bagi Guardiola dan Manchester City.
Usai pertandingan, Guardiola mengakui kesalahannya dengan melakukan banyak perombakan di skuadnya. Hal itu cukup berlebihan bagi pelatih asal Catalan tersebut.
"Terlalu banyak perubahan. Mungkin itu cukup berlebihan, kalau melihat hasilnya," ujar Pep Guardiola dalam konferensi persnya yang dikutip dari ESPN pada Rabu (26/11/2025).
Guardiola juga bertanggung jawab penuh atas eksperimennya dengan memainkan banyak pemain pelapis.
Pep juga tidak membantah, niatnya melakukan banyak rotasi karena ingin memberikan kesempatan bagi para pemain yang jarang dimainkan.
"Saya bertanggung jawab tapi saya lihat mereka dan saya suka semuanya terlibat, ketika Anda adalah seorang pemain sepakbola dan tidak main selama lima, enam, tujuh pertandingan, itu berat, tapi mungkin itu (rotasi) berlebihan," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN