Joshua Zirkzee saat digantikan Kobbie Mainoo di Manchester United. (REUTERS/Carl Recine)
INDOZONE.ID - Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memahami alasan Kobbie Mainoo dan Joshua Zirkzee mempertimbangkan untuk hengkang pada bursa transfer Januari 2026.
Keduanya disebut ingin mencari menit bermain yang lebih konsisten demi memperbesar peluang tampil di Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Amorim menegaskan bahwa kepentingan klub tetap menjadi pilihan utama.
Baca juga: Pemain Ini Bikin Ruben Amorim Terkesan Sejak Gabung di Manchester United
Hingga memasuki pertengahan musim, Mainoo belum pernah menjadi starter di Premier League. Zirkzee baru mencatatkan 180 menit bermain di Premier League dan Piala Carabao.
Sementara itu, Mainoo hanya mengumpulkan 138 menit sejak Agustus. Minimnya kontribusi di United membuat keduanya tersingkir dari daftar pemain tim nasional masing-masing.
Media Inggris pun menyebut bahwa mereka mulai membuka peluang untuk pindah demi menjaga asa tampil di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Tidak Masuk Skema Ruben Amorim, Kobbie Mainoo Jadi Incaran Real Madrid dan Atletico Madrid
Amorim mengakui bahwa ia memahami situasi tersebut. Ia pernah berada dalam posisi serupa sebagai pemain, sehingga dapat merasakan frustrasi yang muncul ketika peluang tampil di turnamen besar mulai terancam.
Namun, ia menegaskan bahwa keputusan apa pun harus selaras dengan kebutuhan Manchester United.
“Saya paham situasinya dan saya ingin membantu para pemain dalam kondisi apa pun, saya tahu pentingnya Piala Dunia, tetapi Manchester United tetap yang utama.” ujar Amorim.
"Jika saya bisa membantu klub dan pemain sekaligus, tentu saya senang. Jika tidak, saya harus memikirkan tim. Kepentingan klub tetap berada di posisi pertama,” tambahnya.
Baca juga: Manchester United Tolak Tawaran Inter Milan untuk Joshua Zirkzee, Masih Diberi Kesempatan?
Dalam beberapa pekan ke depan, peluang bermain Mainoo dan Zirkzee di Manchester United diperkirakan meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK