Senny Mayulu saat bermain di PSG. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
INDOZONE.ID - Gol penutup Senny Mayulu di final Liga Champions 2025 saat Paris Saint-Germain menaklukkan Inter Milan bukan hanya memastikan gelar eropa pertama mereka.
Bagi PSG, momen bersejarah itu menandai perubahan dalam cara klub membangun skuadnya.
Setelah lebih dari satu dekade terkenal dengan belanja pemain-pemain bintang, PSG mulai menggeser fokus mereka ke arah yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: 5 Fakta Menarik PSG Juara Liga Champions 2024/25, Trofi Pertama Sepanjang Sejarah Klub!
PSG kini mengandalkan kampus akademi modern senilai 350 juta euro sebagai pusat pengembangan pemain muda.
Fasilitas ini menyatukan tim pria, wanita, dan semua kelompok usia dalam satu ekosistem. Tujuannya jelas: memperkuat jalur pembinaan dan memaksimalkan potensi pemain lokal.
“Hanya ada satu tangga yang harus dinaiki,” ujar Direktur Olahraga PSG, Luis Campos.
Baca juga: Jonny Evans Seharusnya Dipertahankan Ruben Amorim Sebagai Pelatih Akademi Manchester United
“Dalam jangka panjang, kami ingin membentuk skuad tanpa bergantung pada belanja besar dan memiliki identitas yang kuat sebagai tim Prancis,” tambahnya.
Pernyataan itu menjadi gambaran cara baru PSG yang kini lebih menekankan keberlanjutan dan mengembangkan pemain lokal dibanding ketergantungan pada bintang mahal.
Selebrasi Warren Zaire-Emery saat bermain di PSG (Instagram/@wzairemery6)
Perubahan ini langsung terlihat dalam komposisi tim musim ini.
Ada lima pemain akademi yang sudah resmi naik ke skuad utama: Warren Zaire-Emery, Senny Mayulu, Noham Kamara, Ibrahim Mbaye, dan Quentin Ndjantou.
Keberadaan mereka menegaskan bahwa pembinaan pemain muda PSG berjalan dengan efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters