INDOZONE.ID - Manajer Liverpool, Arne Slot, menegaskan timnya akan terus bekerja keras untuk keluar dari kekalahan beruntun, yang disebut sebagai salah satu paling buruk dalam 71 tahun terakhir.
Ia menolak menyalahkan siapa pun dan meminta seluruh pemain hingga manajemen klub tetap fokus menghadapi situasi sulit yang sedang berlangsung.
Liverpool akan bertandang ke markas West Ham United pada Minggu 30 November 2025, malam WIB. Tugas mereka tidak mudah, mengingat The Reds baru saja menelan sembilan kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Baca juga: Liverpool Kalah 1-4 dari PSV di Anfield, Arne Slot Akui Ruang Ganti Diliputi Kekecewaan
Slot mengaku sulit tidur setelah kekalahan 1-4 Liverpool dari PSV Eindhoven di Anfield pada laga Liga Champions, Kamis 27 November 2025.
Namun, ia menegaskan komitmennya untuk membalikkan keadaan dan mengembalikan performa Liverpool ke jalur yang seharusnya.
Penurunan performa ini memunculkan tanda tanya mengenai masa depan Slot di Liverpool. Meski begitu, Slot memastikan bahwa komunikasi dengan pemilik klub tetap aman dan tidak berubah sejak ia tiba 18 bulan lalu.
“Setiap hari kami mencoba menemukan jawaban tentang apa yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, ini soal melakukan apa yang biasa dilakukan klub ini: terus berjuang,” ujar Slot.
Slot menegaskan bahwa tekanan adalah bagian dari pekerjaan, terutama di klub sebesar Liverpool.
Ia membandingkan tekanan musim lalu ketika Liverpool mengejar gelar juara Premier League, dengan tekanan saat ini yang muncul akibat rentetan kekalahan.
“Tidak peduli betapa beratnya, kita harus berjuang bersama. Selalu ada tekanan, bahkan musim lalu tekanan sangat besar ketika kami mengejar gelar Premier League," kata Slot.
Baca juga: Steven Gerrard Desak Arne Slot Cari Solusi untuk Hentikan Kekalahan Beruntun Liverpool
"Sekarang tekanannya berbeda karena kami kalah begitu banyak, lebih dari yang pernah saya alami, dan lebih dari yang biasa terjadi di klub sebesar ini,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters