Skuad OGC Nice dalam Lanjutan Ligue 1 2025/26. (Sumber: instagram/@ogcnice)
INDOZONE.ID - Mimpi salah satu wakil Prancis di gelaran UEFA Europa League musim ini, OGC Nice, untuk berbicara banyak di kancah Eropa harus terkubur dalam-dalam, bahkan sebelum babak penyisihan grup format baru berakhir.
Klub asal Prancis yang bermarkas di Allianz Riviera itu secara resmi menjadi tim pertama yang harus angkat koper dari ajang UEFA Europa League musim 2025/26, meski fase liga belum berakhir.
Kepastian pahit ini didapat setelah tim berjuluk Les Aiglons mencatatkan rekor performa yang sangat mengecewakan, yakni menelan enam kekalahan beruntun tanpa sekalipun meraih poin.
Bagi para pendukung setia klub kebanggaan Kota Nice, musim ini terasa seperti mimpi buruk yang berkepanjangan. Berada di kompetisi kasta kedua Eropa seharusnya menjadi peluang emas untuk unjuk gigi, namun realita di lapangan berkata lain.
Dengan raihan nol poin dari enam laga yang telah dimainkan, OGC Nice kini terbenam di dasar klasemen, menempati peringkat ke-36 dari 36 tim yang berpartisipasi. Status sebagai juru kunci ini memastikan mereka tidak memiliki peluang matematis lagi untuk mengejar tiket ke babak play-off, apalagi lolos otomatis ke 16 besar.
Petaka bagi OGC Nice sebenarnya sudah tercium sejak peluit kick-off laga perdana dibunyikan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka harus mengakui keunggulan raksasa Italia, AS Roma, dengan skor tipis 1-2. Kekalahan di kandang ini seolah menjadi efek domino yang meruntuhkan mentalitas tim.
Harapan untuk bangkit di laga tandang pun sirna ketika mereka melawat ke markas Fenerbahce di Turki dan Celta Vigo di Spanyol. Pada dua laga tandang berat tersebut, Nice kembali takluk dengan skor identik 1-2, menunjukkan bahwa lini pertahanan mereka rapuh di momen-momen krusial.
Situasi semakin memburuk ketika kompetisi memasuki pertengahan fase liga. Alih-alih memperbaiki performa, Nice justru semakin terpuruk. Menjamu wakil Jerman, SC Freiburg, gawang mereka harus kebobolan tiga kali dalam kekalahan 1-3. Puncak dari segala frustrasi terjadi saat lawatan ke Portugal melawan FC Porto.
Di Estádio do Dragão, Nice dilumat habis dengan skor telak 0-3 tanpa balas. Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras yang menyadarkan manajemen dan pemain bahwa terdapat jurang kualitas yang lebar antara mereka dan para kompetitor Eropa lainnya musim ini.
Harapan terakhir sempat digantungkan pada pertandingan keenam melawan Braga di kandang sendiri. Namun, Dewi Fortuna tampaknya benar-benar menjauh dari kubu Prancis. Dalam laga yang seharusnya menjadi momen kebangkitan, atau setidaknya pembuktian harga diri, OGC Nice justru kembali tumbang dengan skor tipis 0-1.
Kekalahan tersebut menjadi paku terakhir di peti mati perjalanan Eropa mereka, memvalidasi status sebagai tim terlemah di kompetisi musim ini.
Baca juga: Aubameyang Resmi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Kompetisi UEFA Europa League
Meskipun secara teknis OGC Nice masih memiliki dua pertandingan tersisa dalam jadwal Europa League, kedua laga tersebut kini tak lebih dari sekadar formalitas belaka. Les Aiglons dijadwalkan menjamu klub Belanda, Go Ahead Eagles, pada 22 Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber