Ketua PSSI, Erick Thohir mengumumkan John Herdman ke publik. (Indozone/Victor)
INDOZONE.ID - John Herdman telah resmi menjadi Pelatih Timnas Indonesia. Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, meminta seluruh elemen sepak bola Tanah Air mendukung pelatih asal Inggris itu.
Setiap elemen yang dimaksud Erick Thohir, adalah para pemain, pengurus, dan pencinta sepak bola nasional alias fans.
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman. (Indozone/Victor)
"Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola nasional yang mau menghargai proses pembentukan Timnas agar makin kompetitif,” ujar Erick dalam pengenalan John Herdman di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, kemarin, dikutip pada Rabu (14/1/2026).
Erick menilai sinergi dan dukungan penuh dari semua elemen sepak bola Tanah Air, dibutuhkan untuk mensukseskan tugas John Herdman bersama Timnas Indonesia.
Selain itu, Erick mengapresiasi respons positif media, pengurus PSSI, dan pencinta sepak bola nasional terhadap penunjukan John Herdman.
Baca juga: Daftar Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Siapa yang Paling Berkesan?
Bahkan, menurutnya, respons positif sudah terlihat sejak pelatih 50 tahun ini masih sebatas rumor.
Erick menilai penunjukan John Herdman menandai era baru Timnas Indonesia usia kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih seperti John Herdman,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pengenalannya kemarin, John Herdman mengaku siap menghadapi tekanan sebagai Pelatih Timnas Indonesia.
Ia menilai tekanan bisa menjadi kutukan, tapi juga berkah jika menggunakan sudut pandang lain. Ia memilih menjadikan tekanan sebagai berkah.
"Memimpin tim nasional berarti memikul harapan sebuah bangsa. Tekanan itu bisa menjadi kutukan, tetapi juga bisa menjadi berkah. Kami memilih menjadikannya berkah,” ungkap John Herdman.
Sebagai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memiliki target besar, yaitu lolos ke Piala Dunia 2030. Untuk merealisasikan target tersebut, ia menilai butuh proses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis