Ilustrasi karate. (Freepik/freeograph)
INDOZONE.ID - Karate adalah salah satu olahraga bela diri yang sangat populer di dunia dan telah dikenal luas di berbagai negara. Olahraga bela diri dari Jepang ini lebih dari sekadar pertahanan diri, tetapi juga jadi sarana pembentukan karakter, disiplun dan mental seseorang.
Bicara karate, tentu tak terlepas dari sistem sabuk. Melalui warna sabuk yang dipakai, kita bisa mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan tahapan latihan yang telah dicapai seorang karateka.
Setiap warna sabuk menggambarkan proses perkembangan seorang karateka mulai dari pemula hingga tingkat mahir.
Baca juga: Protes Bonus PON Belum Cair, Atlet Karate Sulsel Ngaku Diblokir Gubernur di Instagram
Nah dalam artikel ini, Indozone akan membahas secara lengkap tingkatan sabuk karate. Berikut ini penjelasannya.
Tingkatan sabuk karate paling awal atau pemula adalah putih. Warna putih mencerminkan kemurnian, kesucian dan kepolosan.
Seorang karateka dengan sabuk putih dianggap seperti kertas putih yang belum memiliki pengetahuan teknik dan filosofi karate.
Setelah berhasil melewati sabuk putih, tingkatan selanjutnya adalah sabuk kuning. Karateka dengan sabuk kuning dianggap sudah mulai memahami teknik-teknik dasar (Kihon) dengan benar.
Di tahap ini juga, karateka selama enam bulan akan belajar lebih banyak mengenai prinsip dan teknik dasar karate.
Pada tingkatan ini, teknik seorang karateka semakin matang. Karateka mulai menguasai berbagai kombinasi gerakan, kepercayaan diri meningkat dan memiliki kemampuan menjaga jarak saat bertemu musuh.
Di fase ini, murid dianggap sudah mampu mempelajari materi lebih banyak dari gurunya.
Saat seorang karateka sudah melewati sabuk oranye, tahapan selanjutnya adalah sabuk hijau.
Karateka akan menjalani pelatihan penggunaan teknik dan keterampilan dasar karate selama sembilan bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan