Youssef En-Nesyri and rekan setimnya di Maroko merayakan kelolosan ke final Piala Afrika 2025. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
INDOZONE.ID - Pelatih Maroko, Walid Regragui, senang timnya lolos ke final AFCON 2025 alias Piala Afrika 2025. Maroko jadi finalis usai mengalahkan Nigeria pada Kamis 15 Januari 2026, dini hari WIB.
Tanding di Prince Moullay Abdellah Stadium, Rabat, Maroko mengalahkan Nigeria 4-2 dalam babak adu penalti. Sebelumnya, kedua tim imbang 0-0.
Timnas Maroko sebelum bertanding. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Di babak adu penalti, empat pemain Maroko, yaitu Youssef En-Nesyri, Achraf Hakimi, Eliesse Ben Seghir, dan Neil El Aynaoui, mengeksekusi penalti dengan baik. Satu-satunya pemain Maroko yang gagal mengeksekusi penalti adalah Hamza Igamame.
Kemudian, nasib buruk justru menimpa Nigeria, dari empat tendangan penalti. Super Eagles hanya mengeksekusi dua penalti saja melalui Fisayo Dele-Bashiru dan Paul Onuachu, sedangkan Bruno Onyemaechi dan Samuel Chukwueze gagal.
Baca juga: Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Ketemu Vietnam di Grup A
Alhasil, Maroko pun melaju ke partai puncak Piala Afrika 2025. Ini merupakan final ketiga Piala Afrika bagi Maroko setelah terakhir kali mencapai tahap ini pada edisi 2004.
Keberhasilan Maroko melaju ke final Piala Afrika 2025, membuat Regragui gembira. Pelatih berusia 50 tahun itu mengatakan negaranya pantas untuk lolos ke babak final.
"Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami. Kami menerima pesan-pesan yang sangat menyentuh, dan pesan-pesan itu sangat berpengaruh bagi kami," ujar Regragui, dikutip dari laman resmi CAF, Jumat (16/1/2026).
Lebih lanjut, Regragui tak lupa berterima kasih kepada pemainnya yang sudah berjuang hingga titik ini. Baginya, para pemain Maroko pantas lolos ke final AFCON 2025.
Baca juga: Gugur di Super 750 India Open 2026, Duet Ganda Putri Indonesia Lanny/Tiwi Resmi Berpisah
"Saya berterima kasih kepada para pemain, sangat bangga kepada mereka dan saya juga berterima kasih kepada para penggemar Maroko yang benar-benar pantas mendapatkan pencapaian ini," tutur pelatih kelahiran Prancis itu.
Sementara itu, Yassine Bounou memilih merendah meski menjadi pahlawan kemenangan Maroko di babak adu penalti. Kiper berusia 34 tahun itu mengatakan keberhasilan Maroko ke final berkat dukungan semua pihak, khususnya para suporter.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih, Walid Regragui, yang telah mempersiapkan kami dengan sangat baik untuk pertandingan semifinal ini, dan saya juga berterima kasih kepada semua rekan satu tim saya," ujar Bounou.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CAF Online